Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani (kanan) bersama Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan (kiri) menyampaikan keterangan saat konferensi pers prakiraan awal musim kemarau 2026 di Gedung D BMKG, Jakarta, Rabu (4/3/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTOPlh Deputi Bidang Geofisika BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menyatakan BMKG siap mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto yang mempertimbangkan integrasi antara Badan Geologi dengan BMKG.Menurutnya, langkah tersebut dapat diarahkan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik sekaligus memperkuat mitigasi bencana.“BMKG mengikuti dan siap memaksakan arahan Presiden, untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik dan mendukung upaya mitigasi ancaman bencana,” kata Ardhasena saat dikonfirmasi, Selasa (8/9).Ardhasena mengatakan, selama ini BMKG dan Badan Geologi telah menjadi mitra dalam upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat dari berbagai risiko bencana geofisika.Keduanya juga memiliki misi yang sejalan, yakni fokus pada keselamatan masyarakat dari ancaman bencana.“BMKG dan Badan Geologi selama ini adalah mitra strategis yang memiliki salah satu misi yang sama untuk keselamatan bagi masyarakat dari risiko ancaman bencana geofisika, yang saling melengkapi dalam rantai informasi ancaman bencana yang terkait kebumian, khususnya di kegempaan, gunung api dan tsunami,” ujarnya.Dia menjelaskan, informasi terkait ancaman bencana geofisika membutuhkan pemantauan dan analisis dari berbagai aspek. Dalam konteks tersebut, BMKG dan Badan Geologi selama ini menjalankan fungsi yang saling melengkapi, terutama dalam memberikan informasi mengenai gempa bumi, aktivitas gunung api, hingga potensi tsunami.Ilustrasi BMKG. Foto: Thrive Studios ID/ShutterstockKarena itu, jika nantinya terdapat arahan lebih lanjut dari pemerintah mengenai integrasi kedua lembaga tersebut, BMKG memastikan fungsi pelayanan informasi kebencanaan tetap berjalan.“Kami memastikan kepada publik bahwa fungsi pemantauan, analisis, dan penyebaran informasi ancaman bencana berjalan operasional dan akan terus diperkuat sesuai arahan Presiden,” tutur Ardhasena.Adapun usulan integrasi Badan Geologi dengan BMKG disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat terbatas (ratas) penanganan bencana melalui konferensi video di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9).Dalam rapat tersebut, Prabowo memberi perhatian khusus terkait posisi Indonesia yang berada di cincin api Pasifik atau ring of fire.“Karena kita ada di ring of fire, kita siap. Ternyata juga erupsi terjadi lagi di beberapa tempat, di Sumatera Utara, Jawa Timur, Halmahera. Ini kita monitor terus,” kata Prabowo.Prabowo menilai usaha pemerintah memitigasi bencana sejauh ini sudah maksimal. Ia pun menegaskan pemerintah akan terus memantau potensi bencana, termasuk erupsi gunung berapi.“Untuk monitor ini, nanti kita pikirkan apakah Badan Geologi itu harus diintegrasikan bersama BMKG. Tapi, nanti kita bahas itu,” ujar Prabowo.