Curhat Jenderal Polisi di Semarang, Rumah Retak-Ambruk Diduga karena Tetangga

Wait 5 sec.

Dosen Akpol Irjen Sofyan Nugroho (kanan) dan istrinya, dr. Niken Diah Anitasari (kiri). Foto: Intan Alliva Khansa/kumparanSudah tujuh tahun Irjen Pol. Sofyan Nugroho dan istrinya, dr. Niken Diah Anitasari, hidup dalam bayang-bayang kekhawatiran di rumah mereka sendiri. Rumah yang beralamat di Perumahan Puri Anjasmoro, Semarang Barat, Kota Semarang, seharusnya menjadi tempat aman untuk beristirahat setelah beraktivitas kini justru membuat keduanya waswas. Kondisi itu terjadi setelah pembangunan rumah tetangga menyebabkan kerusakan pada bangunan milik Sofyan dan keluarganya.Awalnya, kerusakan hanya berupa retakan kecil pada dinding. Namun, seiring waktu, rekahan tersebut semakin melebar hingga menyebabkan atap garasi ambruk dan sejumlah bagian rumah mengalami kemiringan.Bahkan, terdapat celah besar di antara tembok yang membuat penghuni rumah dapat melihat langit dari dalam.“Saya sangat was-was. Mulai dari awal saya selalu was-was, khawatir, takut bercampur aduk. Apalagi kalau pas hujan, dan hujannya pakai angin dan lama. Sampai takut tidur,” ujar Niken saat ditemui di rumahnya, Selasa (8/9/2026).Rumah Irjen Pol. Sofyan Nugroho dan istrinya, dr. Niken Diah Anitasari di Puri Anjasmoro, Kota Semarang yang rusak akibat ulah tetangga. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparanNiken menjelaskan, bagian rumah yang mengalami kerusakan paling parah adalah garasi. Seluruh atap garasi ambruk sehingga bagian atas rumah kini terbuka.Sementara itu, ruang sopir yang berada di atas garasi juga mengalami kemiringan dan dikhawatirkan ikut roboh.“Bocor di mana-mana. Dulu di sini garasi dan tempat duduk-duduk. Baru minggu kemarin robohnya. Untung tidak ada orang, mobil juga sudah kami pindahkan,” jelas Niken.Niken didampingi Irjen Sofyan kemudian menunjukkan kondisi bagian dalam rumah. Barang-barang milik keluarga kini ditumpuk di ruang tengah karena lantai dua sudah tidak dapat digunakan.Rumah Irjen Pol. Sofyan Nugroho dan istrinya, dr. Niken Diah Anitasari di Puri Anjasmoro, Kota Semarang yang rusak akibat ulah tetangga. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan“Jadi lantai dua sudah tidak bisa digunakan. Takut kalau ada apa-apa jadi kami pindahkan semua jadi satu di bawah sini. Jadi berantakan, maaf ya,” imbuhnya.Ia juga menunjukkan rekahan di antara tembok ruang tengah. Celah tersebut cukup besar hingga bagian luar rumah, termasuk langit, dapat terlihat dari dalam.“Jadi bisa lihat langit dari sini, kan,” kata Niken.Sudah Dilaporkan ke PolisiSofyan dan Niken mengaku telah melaporkan tetangganya kepada polisi pada 2022. Laporan tersebut dibuat atas dugaan perusakan rumah dan bangunan setelah upaya penyelesaian secara kekeluargaan melalui beberapa kali mediasi tidak menemukan titik temu.“Kami lapor karena kami sudah berinisiatif mengundang mereka untuk mari selesaikan secara baik-baik karena kami berprinsip tetangga itu saudara yang terdekat. Kalau ada apa-apa pasti yang pertama kali akan bergerak itu adalah tetangga. Tidak mungkin menghubungi saudara yang jauh dari kita,” ujar Niken.Namun, menurut Niken, upaya tersebut tidak mendapatkan respons yang diharapkan.Ia mengeklaim bahwa tetangganya telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan perusakan bangunan. Perkara tersebut telah dilimpahkan ke kejaksaan, tetapi hingga kini belum ada kejelasan mengenai kelanjutannya.Rumah Irjen Pol. Sofyan Nugroho dan istrinya, dr. Niken Diah Anitasari di Puri Anjasmoro, Kota Semarang yang rusak akibat ulah tetangga. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan“Sudah dilimpahkan ke kejaksaan juga, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan. Dalam artian kami selaku pelapor tidak menerima pemberitahuan apa pun dari kejaksaan kasus ini mau dibawa ke mana. Kalau memang berhenti, masalahnya di mana?” ungkap Niken.Menurut Niken, kondisi rumah yang rusak membuat keluarganya kehilangan kenyamanan. Mereka tidak lagi dapat menggunakan sejumlah ruangan di rumah seperti sebelumnya.Ia berharap tetangganya bersedia bertanggung jawab dan meminta maaf atas kerusakan yang terjadi.“Saya tidak mau uang, saya mau rumah ini dibangun lagi saja. Harapan saya rumah itu kan tempat kita setelah bekerja, beraktivitas di luar, berkumpul bersama keluarga, bercengkerama, senda gurau. Jadi kami sudah kehilangan itu,” kata Niken.