Olivia Rodrigo menghadiri Pesta Oscar Vanity Fair 2026 di Museum Seni Los Angeles County, Los Angeles, California, pada 15 Maret 2026. Foto: Neilson Barnard/Getty Images/AFPOlivia Rodrigo sukses menggelar konser amal bertajuk Daisy Chain Fields Festival di California, Amerika Serikat, pada Sabtu (29/8) lalu. Di festival musik amal pertamanya itu, Olivia turut menunjukkan dukungan terhadap Palestina lewat pakaian yang ia kenakan.Saat menghadiri konferensi pers untuk festival musiknya tersebut, Olivia tampil mengenakan mini dress pink muda berbahan silk dengan siluet feminin lansiran Nol Collective. Ini merupakan label fashion kreatif berbasis di Ramallah yang didirikan oleh desainer Palestina–Amerika, Yasmeen Mjalli.Dress custom tersebut berhiaskan tatreez, sulaman tradisional Palestina yang diwariskan turun-temurun dari para ibu ke anak-anak perempuan mereka. Warna merah pada motif berkontras apik dengan rona pink muda di seluruh dress. Para perajin menyulam motif burung yang khas, serta untaian bunga daisy (daisy chain)—merepresentasikan festival musik garapan Olivia.Olivia Rodrigo mengenakan mini dress lansiran Nol Collective, brand fashion Palestina. Foto: Instagram/@nolcollectiveYang membuat Nol Collective unik adalah bagaimana mereka mempekerjakan masyarakat sekitar dalam mendirikan brand. Baju-baju dari Nol Collective dibuat dengan tangan, dari menggambar dan memotong pola; mempersiapkan kain untuk dijahit, menjahit sesuai pola, hingga menyulam dengan teknik tradisional.Cerita di Balik Pembuatan Dress Olivia RodrigoMini dress yang dikenakan Olivia Rodrigo, lansiran Nol Collective, brand fashion Palestina. Foto: Instagram/@nolcollectiveDalam unggahan terbaru pada Rabu (2/9), akun Instagram Nol Collective mengunggah sejumlah foto dan video yang berisi dokumentasi proses menciptakan dress custom Olivia. Dress ini, ucap mereka, dibuat dengan tangan oleh para perajin (artisans) di desa perajin di Palestina.Cerita dimulai dengan menampilkan perajin bernama Majdy memilih gulungan kain silk atau sutra berwarna pink muda yang manis. Kemudian, kain dipersiapkan dan dirapikan oleh dua perajin yang bernama Paman Ibrahim dan BIbi Adileh. Bahan tersebut kemudian digunting sesuai pola jahitan.Proses berlanjut dengan Bibi Amal menjahit dress-nya, lengkap dengan detail manis seperti frills yang kemudian disematkan di bagian leher dress. Identitas Palestina semakin kuat berkat kehadiran tuga motif burung dan untaian bunga daisy merah yang disulam menggunakan teknik tatreez. Untaian bunga tersebut menghiasi hem dress, memberikan keseimbangan dalam tampilan gaunnya.Mini dress yang dikenakan Olivia Rodrigo, lansiran Nol Collective, brand fashion Palestina. Foto: Instagram/@nolcollectiveDikutip dari situs resmi The Metropolitan Museum of Art, tatreez Palestina adalah teknik menyulam menggunakan metode cross-stitch atau jahit silang. Sulaman tatreez biasanya memiliki warna-warna cerah dan digunakan untuk menghiasi pakaian thobe.“Lewat praktik budaya menyulam yang dikenal sebagai tatreez, perempuan dan anak perempuan Palestina mendekorasi thobe atau dress mereka dengan simbol sejarah, ingatan, dan tempat; sebuah medium untuk menceritakan kisah hidup si penyulam dan koneksinya terhadap tanah Palestina lewat motif-motif jahitan penuh warna,” demikian deskripsi tatreez oleh Museum Met.Mini dress yang dikenakan Olivia Rodrigo, lansiran Nol Collective, brand fashion Palestina. Foto: Instagram/@nolcollectiveDalam wawancara dengan Refinery29, desainer Yasmeen Mjalli mengatakan bahwa dress ini merupakan perpaduan dari karakteristik Nol Collective—neckline berdetail frills, lengan dress yang merekah, sampai motif sulaman—serta identitas kreatif dan dinamis Olivia.Pemilihan motif sulaman burung pun mengantarkan pesan kuat kepada dunia: Bahwa semua orang, tak hanya rakyat Palestina, berhak untuk mandiri, bebas, dan merdeka, layaknya seekor burung.Yasmeen pun mengatakan, ini merupakan momen besar bagi Nol Collective. “(Dress ini) membantu mengatakan, ‘Kami rakyat Palestina masih di sini dan kami tidak terlupakan.’ Ini sangat berarti bagi kami,” ucap Yasmeen.Sekilas soal Daisy Chain FieldsOlivia Rodrigo tampil di Daisy Chain Fields Music Festival di Irvine, California, Amerika, pada 29 Agustus 2026. Foto: Mario Anzuoni/REUTERSDaisy Chain Fields Festival merupakan konser amal besutan Olivia Rodrigo, yang seluruh penampilnya adalah musisi perempuan. Festival ini ditujukan untuk menggalang dana yang akan disalurkan kepada 10 lembaga swadaya masyarakat untuk hak, kesehatan, serta pemberdayaan perempuan.Konser ini menghadirkan Chappell Roan, Doechii, Mitski, Bikini Kill and the Breeders, Stevie Nicks, Jaren O, dan Sarah McLachlan. Dikutip dari Khaleej Times, kehadiran Daisy Chain Fields terinspirasi dari konser musik perempuan, oleh Sarah McLachlan, di era 1990-an.Sebelum aktif bersuara untuk hak-hak perempuan, Olivia Rodrigo sudah beberapa kali mengungkap keprihatinan dan dukungan terhadap Palestina. Dalam unggahan di Instagram resminya pada 2025, Olivia mengecam blokade dan kekerasan terhadap perempuan Palestina oleh Israel.“Tidak ada kata yang sanggup mendeskripsikan kehancuran hati saya ketika saya menyaksikan kekacauan yang dilakukan secara sengaja terhadap warga Palestina yang tidak bersalah,” tulis Olivia pada November 2025.