5 Berita Populer: Standing Ovation Film NAZA; BP Dilaporkan ke Polisi

Wait 5 sec.

Jonathan Glazer, Rachel Szor, dan Yuval Abraham menghadiri sesi foto film Naza di Festival Film Internasional Venesia ke-83, Italia, Kamis (10/9/2026). Foto: Stefano Rellandini/AFPPemutaran film dokumenter NAZA di Venice Film Festival menjadi berita populer di hari Sabtu (12/9).Selain itu, BP dipolisikan atas kasus dugaan kekerasan seksual juga menjadi sorotan.Berikut adalah rangkuman dari 5 berita populer yang menyita perhatian sepanjang hari kemarin.Review Speaker Freaker: 13 Menit dari No Na untuk DuniaNo Na rilis lagu Speaker Freaker (The Long Song). Foto: Instagram/@nonawavGirl group No Na sukses mencuri perhatian lewat perilisan video musik terbaru mereka yang berjudul "Speaker Freaker". Karya berdurasi 13 menit ini dikonsep matang layaknya sebuah film pendek musikal yang membawa penonton dalam petualangan seru melintasi Pulau Jawa. Mulai dari riuhnya malam di Jakarta, ketenangan pesisir pantai Jawa, hingga keindahan magis Yogyakarta, semuanya dirangkum manis dalam perjalanan darat yang sinematik menggunakan mobil jip klasik.Perilisan MV ini bertepatan dengan momentum Hari Radio Nasional pada 11 September, yang diintegrasikan dengan sangat apik ke dalam alur cerita. Sepanjang perjalanan, deretan diskografi populer No Na diputar bergantian melalui radio jip tersebut, menciptakan harmoni sempurna antara visual dan audio. Keberanian mereka memadukan ketukan beat RnB modern dengan alunan gamelan tradisional membuktikan bahwa identitas kelokalan Indonesia bisa dikemas sangat trendi dan berkelas untuk pasar global.25 Menit Standing Ovation di Venice untuk NAZA, Film Dokumenter soal GazaJurnalis dan sutradara Rachel Szor bersama jurnalis dan pembuat film Yuval Abraham menghadiri karpet merah pemutaran film Naza di Festival Film Internasional Venesia ke-83, Italia, Kamis (10/9/2026). Foto: Tiziana Fabi/AFPFilm dokumenter berjudul "NAZA" sukses mengguncang panggung Venice Film Festival 2026 dengan meraih standing ovation tanpa henti selama 25 menit saat pemutaran perdananya. Karya investigatif berdurasi 80 menit ini disutradarai oleh sineas asal Israel, Yuval Abraham dan Rachel Szor, yang sebelumnya sempat memenangkan piala Oscar 2025 lewat film "No Other Land". Dokumenter ini menyoroti isu sensitif mengenai penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) oleh militer Israel dalam menentukan target serangan di jalur Gaza.Narasi film ini disusun berdasarkan pengakuan langsung dari para personel militer dan intelijen Israel yang identitasnya dirahasiakan demi keselamatan mereka. Istilah "NAZA" sendiri merujuk pada estimasi jumlah korban sipil yang diproyeksikan tewas dalam sebuah serangan udara. Menjadi satu-satunya film dokumenter yang masuk kompetisi utama di Venice tahun ini, "NAZA" diproduksi oleh Jim Wilson bersama media Inggris The Guardian, serta melibatkan sutradara ternama Jonathan Glazer sebagai produser eksekutif.Berawal dari Iseng, Klub Kamis Klimbing Kini Jadi Komunitas untuk PemulaKomunitas wall climbing, Klub Kamis Klimbing yang berkegiatan di Nusa Climb, Jakarta Selatan. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparanSiapa sangka olahraga wall climbing yang terkenal ekstrem dan menantang kini bisa dinikmati dengan santai oleh para pemula? Semua ini berkat kehadiran komunitas Klub Kamis Klimbing yang awalnya didirikan secara tidak sengaja oleh tiga pekerja kantoran di Jakarta, yaitu Dirga, Sydney, dan John. Berawal dari keinginan sederhana untuk membuat arsip dokumentasi manjat di Instagram, akun mereka justru kebanjiran minat dari warganet yang ingin ikutan olahraga bersama selepas jam kantor.Komunitas ini menjadi wadah yang sangat suportif, terutama bagi pemula yang bahkan belum pernah mencoba wall climbing sama sekali. Tidak ada biaya keanggotaan untuk bergabung, peserta hanya cukup membayar tiket masuk tempat latihan sebesar 150 ribu rupiah yang sudah termasuk sewa alat. Bagi para anggotanya, aktivitas memanjat setiap hari Kamis malam di Nusa Climb Jakarta Selatan ini bukan sekadar olahraga fisik, melainkan juga sarana pelepas stres yang efektif di tengah penatnya rutinitas kerja ibu kota.Polisi Sebut Anak Artis Berinisial BP Dilaporkan Atas Dugaan Kekerasan SeksualIlustrasi kekerasan seksual anak Foto: panitanphoto/shutterstockPolda Metro Jaya mengonfirmasi adanya laporan terkait dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) yang melibatkan seorang figur publik berinisial ATT alias BP."Iya, benar, (anak artis berinisial BP) dilaporkan pagi ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, kepada kumparan, Sabtu (12/9).Budi menambahkan, identitas terlapor yang memiliki relasi dengan salah satu artis Tanah Air. Terlapor diketahui memiliki hubungan keluarga sebagai anak angkat dari artis berinisial RSO."Berinisial ATT alias BP anak angkat dari artis berinisial RSO," tutup Budi.Dodhy Umumkan Kangen Band Bubar: Ada KezalimanPersonel Kangen Band. Foto: Instagram/ @dodhyofficialKabar mengejutkan datang dari Kangen Band. Gitaris sekaligus pendiri Kangen Band, Dodhy Hardiyanto, menyatakan band yang telah membesarkan namanya tersebut bubar.Pernyataan itu disampaikan Dodhy melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut, ia mengaku mengambil keputusan tersebut setelah menyimpan rasa sakit yang disebutnya telah berlangsung cukup lama.“Bismillah saya dengan sadar menyatakan Kangen Band bubar dikarenakan ada kezaliman di dalamnya,” tulis Dodhy.Dodhy juga menyampaikan terima kasih kepada para personel yang selama ini terlibat dalam perjalanan Kangen Band serta para penggemar yang telah memberikan dukungan.Ia kemudian meminta para mantan personel Kangen Band untuk tidak lagi membawakan lagu-lagu milik band tersebut.“Untuk para personil yang terlibat dan para EO, dilarang keras memberi member dari ex Kangen Band membawa lagu-lagu ciptaan saya,” lanjutnya