Ragam Agenda Kongres ke-29 Master Tailor Asia yang Sukses Digelar di Bali

Wait 5 sec.

Kongres ke-29 Federation of Asian Master Tailors di Bali. Foto: Indonesia Master Tailor AssociationOpsi: Kongres ke-29 Federation of Asian Master Tailors Sukses Digelar di BaliSering kali, sebuah setelan jas dinilai dari hasil akhirnya, mulai dari siluet, material, hingga bagaimana pakaian tersebut jatuh indah di tubuh. Namun, di balik setiap potongannya, terdapat craftsmanship yang lahir dari pengetahuan, ketelitian, pengalaman yang dibangun selama bertahun-tahun.Keahlian tersebut perlu terus dikembangkan dan dipertahankan. Pasalnya, bespoke tailoring tidak hanya mengandalkan kemampuan menjahit, tetapi juga membutuhkan ketelitian dalam mengukur, membuat pola, memotong bahan, hingga membentuk pakaian agar sesuai dengan tubuh pemakainya.Untuk menjaga sekaligus mengembangkan keahlian tersebut, Federation of Asian Master Tailors (FAMT) menghelat kongres sebagai wadah bagi para pelaku tailoring di Asia untuk bertukar pengetahuan, berbagi pengalaman, dan membangun relasi profesional.Kongres FAMT digelar setiap dua tahun sekali dan pada 2026 Indonesia mendapat kesempatan menjadi tuan rumah edisi ke-29. Digelar oleh Indonesia Master Tailor Association (IMTA), kongres tersebut berlangsung pada 31 Agustus hingga 5 September 2026 di Hilton Bali.Perhelatan tersebut mempertemukan lebih dari 100 master tailor serta lebih dari 200 tamu dan peserta dari berbagai negara Asia, di antaranya Taiwan, Korea Selatan, India, Malaysia, Hong Kong, Jepang, Sri Lanka, Thailand, hingga Singapura.Bagi IMTA, terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kemampuan master tailor Indonesia ke panggung internasional.“Menjadi tuan rumah Kongres FAMT ke-29 di Bali merupakan tonggak penting bagi IMTA dan seluruh komunitas sartorial Indonesia,” ujar Ketua IMTA Tjahjono Santoso.“Tujuan kami adalah menunjukkan kedalaman, ketelitian, dan dedikasi para master tailor Indonesia kepada dunia. Dengan mempertemukan para pelaku terbaik dalam dunia tailoring Asia, kami tidak hanya mendorong kolaborasi global, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam komunitas bespoke tailoring internasional,” tambahnya.Agenda Kongres ke-29 Federation of Asian Master Tailors di BaliKongres ke-29 Federation of Asian Master Tailors di Bali. Foto: Indonesia Master Tailor AssociationSelama enam hari di Bali, para peserta mengikuti beragam agenda yang menguji keterampilan sekaligus memperluas wawasan di bidang tailoring. Rangkaian kegiatan tersebut mencakup International Master Tailor Cutting Competition, International Master Tailor Judging Competition, Judging Mannequin Competition, Golden Fingers Competition, Menswear Dressing Competition, serta Fashion Show & Awards Ceremony.Mentoring bersamatailoring internasional Reza Rahaji. Foto: Indonesia Master Tailor AssociationTak sekadar menghadirkan kompetisi, kongres ini juga menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan melalui master class bersama mentor tailoring internasional Reza Rahaji. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi para peserta untuk bertukar pengalaman dan memperluas jejaring dengan sesama pelaku tailoring dari berbagai negara Asia.Rangkaian kegiatan budaya dalam Kongres ke-29 Federation of Asian Master Tailors di Bali. Foto: Indonesia Master Tailor AssociationPengalaman para delegasi di Bali juga dilengkapi dengan rangkaian kegiatan budaya. Selain mengikuti agenda kongres, mereka diajak mengenal kekayaan budaya dan destinasi khas Pulau Dewata.Rangkaian acara kemudian ditutup dengan Indonesia Cultural Night, kunjungan ke Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, acara perpisahan “Suits by the Beach”, serta Grand International Fashion Show & Awards Ceremony.Momentum ini menjadi langkah IMTA untuk memperluas jejaring global, membuka peluang kemitraan internasional, sekaligus membawa master tailor Indonesia semakin dikenal di tingkat regional dan dunia.