Salah satu kerabat menangis di depan peti berisi jenazah Wili Mbuik yang tiba di Bandara El Tari Kupang, Provinsi NTT, Jumat (11/9/2026). Foto: ANTARA FOTO/Kornelis KahaKesedihan mendalam dirasakan keluarga besar Wili Mbuik, ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Rabu (9/9).Johanis Baba, om kandung Wili, mengatakan Wili adalah harapan keluarga. Ia kebanggaan sekaligus tulang punggung ayahnya. Setiap akhir bulan ia selalu mengirim gaji untuk sang ayah di Rote, NTT."Ini adalah anak kami yang menjadi tulang punggung keluarga. Setiap bulan selalu kirim uang untuk ayahnya di Rote," ujar Johanis dengan suara bergetar, Jumat (11/9).Suasana rumah duka almarhumah Wili Mbuik di Kelurahan Lasiana, Kota Kupang, NTT, korban penembakan KKB. Foto: Dok. IstimewaSemasa kuliah, Wili tinggal di rumah Johanis. Menurutnya, Wili adalah anak penurut dan sopan."Sosok almarhum ini selama kuliah kan tinggal dengan saya di sini. Jadi anak ini pendiam dan penurut," kenang Johanis.Johanis menyampaikan duka sekaligus kekhawatiran keluarga yang kini juga menerima teror melalui telepon dari nomor ponsel milik almarhumah yang diduga diambil pelaku."Kami sebagai keluarga, saya mewakili keluarga sebagai om kandung, sangat sedih dan sangat kecewa dengan kejadian ini. Kami merasa sangat sedih dan merasa kehilangan harapan kami sebagai keluarga," kata Johanis.Wili tewas dengan luka tembak di dada bagian kiri. Ia saat itu baru mengantarkan paket sembako untuk warga di sana.