Pramono: 3.148 Posyandu di Jakarta Sudah Terapkan Smart Posyandu

Wait 5 sec.

Sambutan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dalam acara Jambore Kader Posyandu Bidang Kesehatan 2026 di The Tavia Heritage, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (11/9). Foto: Pradya Tirta/kumparanGubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan sebanyak 4.469 posyandu tersebar di Jakarta. Namun, baru sekitar 70 persen atau sekitar 3.148 posyandu yang telah menerapkan smart posyandu.“Saya menghitung jumlah posyandu kita kurang lebih ada 4.469 posyandu. Smart Posyandu kita itu sekarang sudah 70%, kurang lebih 3.148 posyandu. Smart Posyandu,” kata Pramono dalam sambutannya di Jambore Kader Posyandu Bidang Kesehatan Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 di Tavia Heritage, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (11/9).Pemanfaatan smart posyandu perlu terus didorong agar pengelolaan posyandu dapat berjalan dengan baik. Menurut Pramono, peran posyandu juga tidak lagi hanya berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak.“Terus terang hal yang berkaitan dengan penanganan posyandu itu tidak hanya semata-mata kesehatan ibu dan anak, sekarang sudah menjadi kelembagaan di tingkat bawah untuk bagaimana hal secara menyeluruh tentang kesehatan itu bisa diperankan oleh posyandu,” ujar Pramono.Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi DKI Jakarta, Hani Pramono Anung, menekankan pentingnya penguatan kapasitas dan peran kader posyandu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.Menurut Hani, kader tidak hanya menjadi pelaksana kegiatan, tetapi juga memiliki peran sebagai penggerak keluarga untuk membangun kebiasaan hidup sehat.Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dalam acara Jambore Kader Posyandu Bidang Kesehatan 2026 di The Tavia Heritage, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (11/9). Foto: Pradya Tirta/kumparan“Kader tidak hanya menjadi pelaksana kegiatan, tetapi juga penggerak yang membantu keluarga membangun kebiasaan hidup sehat, termasuk melalui pemantauan tumbuh kembang anak, dukungan terhadap ASI eksklusif, dan imunisasi, serta pemanfaatan data dan teknologi seperti Smart Posyandu untuk memberikan pelayanan yang lebih cepat dan bermanfaat,” kata Hani.Hani mengatakan, peran posyandu semakin penting seiring dengan dinamika kehidupan Jakarta yang terus berkembang. Tantangan kesehatan yang dihadapi masyarakat juga semakin beragam.“Tantangan kesehatan juga semakin beragam mulai dari pemenuhan gizi keluarga, kesehatan ibu dan anak, hingga pencegahan stunting,” ungkap Hani.Karena itu, posyandu perlu terus hadir sebagai layanan yang dekat dengan masyarakat dan mudah dijangkau.“Posyandu perlu terus hadir sebagai layanan yang dekat, mudah dijangkau, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” kata Hani.Hani juga menegaskan penguatan posyandu membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat.“Upaya tersebut tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dunia usaha, komunitas, dan seluruh masyarakat,” kata Hani.Dia berharap kolaborasi tersebut dapat memperkuat pelayanan kesehatan yang semakin dekat dengan warga Jakarta.“Mari jadikan kolaborasi sebagai kekuatan untuk membangun pelayanan. Pelayanan kesehatan yang semakin dekat dengan warga dan mampu menjawab kebutuhan keluarga Jakarta,” tutupnya.