Warga mengendarai sepeda motor saat melintas di samping api yang membakar hutan dan lahan di Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (9/9/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTOBadan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terkait tawaran bantuan dari Malaysia untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.Hal itu disampaikan Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, saat ditemui wartawan usai konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Kamis (10/9).Berton mengatakan, BNPB perlu berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait sebelum menindaklanjuti tawaran bantuan tersebut.“Nah, tentu kami selalu bekerja sama dengan pihak-pihak terkait. Jadi BNPB tidak bekerja sendiri, tetapi juga tentu ada dari kementerian/lembaga terkait yang perlu kami mendapatkan apa, advice-nya atau rekomendasinya. Ini yang perlu kami koordinasikan saat ini,” terang dia.Saat ditanya apakah koordinasi tersebut dilakukan dengan Kemlu dan kementerian terkait, Berton membenarkannya.“Iya, benar,” katanya.Malaysia Tawarkan BantuanSebelumnya dikutip dari Antara, Otoritas Malaysia menyatakan menunggu persetujuan dari Indonesia terkait upaya membantu pemadaman karhutla yang terjadi di beberapa wilayah.Menteri Komunikasi Malaysia sekaligus Juru Bicara Pemerintah Malaysia Fahmi Fadzil menyampaikan, dalam rapat kabinet Malaysia di Putrajaya, Rabu, Kementerian Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan (NRES) bersama Kementerian Luar Negeri (Wisma Putra) Malaysia menyatakan telah menginformasikan kepada Indonesia daftar aset (sarana penanganan karhutla) Malaysia yang dapat digunakan untuk membantu pemadaman."NRES dan juga Wisma Putra telah menyampaikan dalam rapat kabinet, bahwa daftar aset yang mampu kita sediakan untuk membantu negara tetangga telah disampaikan," kata Fahmi dalam konferensi pers daring di Putrajaya, Rabu (9/9).Namun, menurut Fahmi, hingga saat ini belum ada konfirmasi mengenai bentuk kerja sama untuk menggunakan aset-aset penanganan kebakaran dari Malaysia guna membantu memadamkan kebakaran dan sebagainya."Jadi, sejauh ini, kita telah menyampaikannya melalui kedutaan, melalui Wisma Putra, dan NRES juga telah menyiapkan, tetapi belum ada konfirmasi dan izin untuk menggunakan aset-aset Malaysia," katanya.