IHSG Diproyeksi Menguat Ditopang Rupiah, Diuji Tekanan Inflasi AS

Wait 5 sec.

Petugas membersihkan area ruang utama berlatar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (25/9). Foto: Puspa Perwitasari/ANTARA FOTOIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak menguat di level 6.610-6.658 pada pembukaan perdagangan Senin (14/9). Sebelumnya pada Jumat (11/9), IHSG ditutup melemah 47,96 poin atau -0,73 persen ke level 6.541,38.“Secara teknikal, meskipun mengalami koreksi wajar dan sudah menguji MA20 maupun “wave (iv)”, pergerakan IHSG sebenarnya masih membentuk struktur bullish,” kata Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, dalam keterangannya, Senin (14/9).Dari sisi global, menurut Nafan, pasar menghadapi headwinds dari gejolak pasar obligasi, akselerasi inflasi, dan kekhawatiran geopolitik yang memicu ketidakpastian ekonomi.Rilis data US Consumer Price Index (CPI) per Agustus yang naik 0,4 persen month to month (MoM) untuk headline dan 0,3 persen untuk core, dengan core CPI lebih tinggi dari konsensus. Sehingga probabilitas kenaikan Fed Funds Rate 25 bps melonjak menjadi 86,5 persen dari sebelumnya 69 persen.Federal Reserve. Foto: Shutterstock“Ekspektasi kebijakan moneter yang hawkish ini memicu aksi jual di pasar obligasi US Treasury, yang pada gilirannya mendongkrak yield tenor 10-tahun hingga 4,975% dan tenor 2-tahun ke 4,644%,” kata Nafan.Dari sisi domestik, Nafan melihat indikator makro ekonomi domestik, seperti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang terjaga dan stabilitas pasokan energi domestik, menjadi faktor cushion bagi IHSG.Selain itu, penguatan Rupiah sebesar 0,21 persen menjadi Rp 17.641 per dolar AS diharapkan dapat melonggarkan foreign inflow dan membuat para pelaku investor domestik tidak terlalu lebih defensif.Sedangkan menurut MNC Sekuritas, IHSG pada Senin (14/9) diproyeksi melemah ke level 6.370-6.451.“Kami update skenario IHSG, di mana saat ini diperkirakan IHSG sedang berada pada bagian dari wave iv dari wave (c) pada label hitam sehingga IHSG masih rawan menguji 6.370-6.451,” tulis MNC Sekuritas, dalam keterangannya, Senin (14/9).