Hilirisasi Kelapa di Morowali Dimulai, Siap Serap 2.900 Tenaga Kerja

Wait 5 sec.

Seorang pengepul menata kelapa dagangannya di Pasar Basah Mandonga, Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (16/4/2025). Foto: Andry Denisah/ANTARA FOTOHilirisasi kelapa di Morowali, Sulawesi Tengah telah mulai beroperasi melalui Basis Industri Terintegrasi Kelapa dan Produk Turunannya milik PT Freenow Food Industry di Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP). Diperkirakan serapan tenaga kerja bisa mencapai 2.900 pada tahap awal.PT Freenow Food Industry merupakan bagian dari Zhenshi Holding Group. Nantinya, mereka akan mengembangkan industri pengolahan kelapa yang terintegrasi dari hulu hingga hilir dengan rencana investasi mencapai sekitar Rp 776 miliar atau setara USD 47 juta dalam tiga tahap.“Kita berharap kehadiran Freenow tidak hanya memberikan nilai tambah terhadap komoditas kelapa Indonesia, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan petani kelapa, serta memperkuat ekosistem industri pengolahan kelapa di Indonesia,” ujar Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9).Pada tahap awal, perusahaan tersebut akan memproduksi santan, air kelapa konsentrat, minyak kelapa, dan arang tempurung. Di tahap selanjutnya, perusahaan akan mengembangkan produk bernilai tambah lebih tinggi seperti susu kelapa dan minuman siap saji untuk pasar ekspor. Petani mencungkil biji kelapa untuk dijadikan kopra di Desa Sibedi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Foto: Basri Marzuki/Antara FotoNantinya, industri tersebut juga memanfaatkan hampir seluruh bagian kelapa mulai dari daging, air, tempurung, hingga sabut. Hal itu membuat industri tersebut ketika beroperasi penuh akan memiliki kebutuhan 500 juta butir kelapa per tahun, dengan keterlibatan petani dan masyarakat hingga 10.000 orang.Untuk itu, Rosan memang mendorong agar petani menjadi bagian dari ekosistem industri melalui kepastian pembelian dengan harga yang adil, dukungan peremajaan kebun rakyat, serta keterlibatan UMKM dan pemasok lokal dalam rantai pasok.Selain itu, Rosan juga mendorong Zhenshi Holding Group untuk turut berinvestasi di sektor strategis lainnya.“Kami membuka ruang yang luas bagi Zhenshi Holding Group untuk meningkatkan dan menambah investasi di Indonesia, tidak hanya di sektor yang telah berjalan tetapi juga di berbagai sektor strategis lainnya yang memiliki potensi besar. Pemerintah Indonesia akan terus memberikan dukungan demi menciptakan iklim investasi yang semakin baik sehingga para investor dapat tumbuh bersama Indonesia dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.