Pesan Prabowo di KTT BRICS 2026: Ingatkan Persatuan hingga Kekuatan Kolektif

Wait 5 sec.

Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri KTT BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat PresidenPresiden Prabowo Subianto menghadiri sesi terbatas bertema “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism” dalam rangkaian KTT BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, Republik India, Sabtu (12/9). Dalam sesi yang dihadiri sejumlah kepala negara tersebut, ia menyampaikan sejumlah pesan soal persatuan.Prabowo membawa semangat persatuan bangsa-bangsa Global South dalam KTT BRICS 2026. Ia mengangkat pepatah Indonesia sebagai pesan tentang pentingnya kebersamaan dalam menghadapi tantangan global."Ada pepatah lama di Indonesia, ‘Bersatu kita teguh, terpecah kita runtuh’," ujar Presiden Prabowo di hadapan para pemimpin BRICS dikutip dari keterangan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Sabtu (12/9).Bagi Prabowo, pepatah tersebut bukan sekadar ungkapan tentang persatuan. Pesan itu mencerminkan semangat yang sejak puluhan tahun lalu telah menyatukan negara-negara Asia dan Afrika dalam perjuangan untuk berdiri sejajar, menentukan masa depannya sendiri, serta memperjuangkan kepentingan bersama."Kearifan sederhana ini mencerminkan semangat yang menyatukan negara-negara Global Selatan, negara-negara dari Asia dan Afrika, beberapa dekade lalu di Bandung," lanjut Presiden.Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri KTT BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat PresidenSpirit Bandung tersebut, menurut Prabowo, tetap relevan di tengah tatanan dunia saat ini. Negara-negara Global South yang memiliki pengalaman sejarah dalam memperjuangkan kemerdekaan dari imperialisme dan kolonialisme kini hadir bersama sebagai bangsa-bangsa yang setara."Kami di Global South kini merasa suara kami didengar. Negara-negara yang baru saja meraih kemerdekaan, yang telah melawan imperialisme dan kolonialisme, kini bersatu sebagai negara yang setara,” ungkap Kepala Negara.Presiden menegaskan bahwa persatuan memberikan kekuatan lebih besar bagi negara-negara Global South untuk menyuarakan kepentingannya. Dengan berdiri bersama, suara mereka dapat menjangkau lebih jauh sekaligus memperkuat kemampuan untuk menjaga dan memperjuangkan kepentingan masing-masing negara."Kami memahami bahwa dengan bersatu, suara kita akan lebih terdengar. Kepentingan kita dapat lebih terlindungi dan dimajukan. Pelajaran ini tetap sangat penting," tegas Presiden.Kekuatan KolektifPresiden Prabowo Subianto saat menghadiri KTT BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat PresidenDalam kesempatan itu, Prabowo juga mengungkapkan peran penting BRICS dalam memperkuat kapasitas kolektif untuk berkontribusi terhadap ketahanan global.“BRICS mewakili setengah dari seluruh umat manusia dan bagian yang besar dari perekonomian global serta perdagangan global. BRICS menyatukan pasar-pasar terbesar di dunia dan para produsen energi utama. Hal ini memberikan kita kekuatan kolektif yang sangat besar,” ujar Prabowo.Presiden Prabowo menekankan kekuatan kolektif BRICS sebagai modal penting untuk memperkuat tata kelola global, menjamin ketahanan pangan dan energi, serta menciptakan peluang pembangunan yang lebih besar bagi negara-negara berkembang. Menurut Kepala Negara, mobilisasi sumber daya untuk pembangunan infrastruktur dan pembangunan ekonomi dapat meningkatkan kemampuan Global South untuk membiayai masa depannya sendiri.“BRICS memiliki peran untuk dimainkan dengan memperkuat kapasitas kita sendiri dalam berkontribusi terhadap ketahanan global. Dengan memobilisasi sumber daya untuk infrastruktur dan pembangunan, kita dapat memperkuat kapasitas Global South untuk membiayai masa depannya sendiri,” ujarnya.Selain itu, Prabowo mengatakan kekuatan kolektif tersebut juga dapat dioptimalkan melalui keterhubungan yang lebih baik antara pasar, modal, sumber daya, teknologi, dan pengetahuan negara-negara BRICS. Presiden menyebut keterhubungan itu dinilai dapat membuka peluang yang lebih besar bagi negara-negara berkembang sekaligus memperkuat suara Global South dalam membentuk institusi yang mengatur dunia, melindungi dan meningkatkan perdamaian, serta memperjuangkan keadilan.“Bayangkan apa yang dapat dicapai BRICS jika kekuatan ini sepenuhnya dimobilisasi untuk membantu menjamin pasokan pangan dan energi. Bayangkan jika pasar, modal, sumber daya, teknologi, dan pengetahuan kita terhubung dengan lebih baik, sehingga menciptakan peluang yang lebih besar bagi negara-negara berkembang,” imbuh Presiden Prabowo dalam pernyataan.Lebih lanjut, Kepala Negara juga menegaskan pentingnya membangun sistem multilateral yang lebih kuat dan mampu mendukung kebutuhan serta kepentingan seluruh negara, baik negara besar maupun kecil, kuat maupun lemah. Dalam konteks tersebut, Presiden Prabowo menyebut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus tetap berada di pusat sistem multilateral, namun dengan reformasi agar lebih representatif, responsif, dan mampu memberikan hasil konkret bagi masyarakat dunia.“PBB harus lebih representatif, lebih responsif, dan lebih mampu memberikan hasil konkret bagi masyarakat kita. Pada saat yang sama, lembaga-lembaga keuangan internasional kita juga harus berkembang. Perdagangan dan mata uang tidak boleh dipersenjatai,” pungkas Prabowo.