Perawatan rutin mobil, servis kaki-kaki mobil Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTOKaki-kaki mobil menjadi salah satu bagian penting karena berpengaruh terhadap kenyamanan dan kestabilan saat berkendara. Seiring usia dan pemakaian mobil, sejumlah komponen di bagian ini bisa mengalami keausan atau kerusakan.Masalah pada kaki-kaki juga tidak selalu terlihat secara kasat mata. Pemilik mobil biasanya baru menyadarinya setelah muncul suara tertentu, perubahan rasa kemudi, atau kondisi ban yang mulai berbeda dari biasanya.Midun, pemilik bengkel modifikasi suspensi mobil Jaya Spring di Gandaria, Jakarta Selatan yang sudah menekuni bidang ini selama 24 tahun, mengatakan ada sejumlah gejala yang bisa menjadi tanda kaki-kaki mobil mulai bermasalah. Berikut rangkumannya:Perbaikan kaki-kaki mobil di bengkel Jaya Spring, Gandaria, Jakarta Selatan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanMuncul Suara BerdecitMunculnya suara dari bagian bawah mobil menjadi salah satu tanda yang paling mudah dikenali ketika kaki-kaki mulai bermasalah. Bunyi seperti "cit-cit" saat mobil digunakan bisa berasal dari komponen yang sudah mengalami keausan atau kerusakan."Nomor satu itu bunyi, itu sudah jelas pasti ada masalah di bagian kaki-kaki," kata Midun.Menurutnya, sumber suara tersebut bisa berasal dari berbagai komponen, mulai dari kampas rem, tie rod, link stabilizer, hingga shockbreaker. Masing-masing komponen juga dapat menghasilkan suara yang berbeda.Shockbreaker yang bermasalah tidak hanya bisa menimbulkan bunyi, tetapi juga membuat suspensi terasa lebih keras. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat memengaruhi komponen lain dan membuat ban lebih cepat aus.Ilustrasi ban mobil habis tidak rata. Foto: Trio Bagus Witjaksono/kumparanBan Habis Tidak RataKondisi ban juga dapat menjadi petunjuk adanya masalah pada kaki-kaki mobil. Pemilik bisa melihat apakah permukaan ban aus secara merata atau justru lebih cepat habis pada bagian tertentu."Ciri-ciri lain itu ban mulai kemakannya nggak rata. Ada yang bergelombang, ada yang habis sebelah aja. Nah itu, artinya sudah butuh ganti atau pergantian," ujar Midun.Ilustrasi mengemudikan mobil. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanKemudi Terasa Keras atau OblakGejala lainnya bisa dirasakan dari kemudi. Setir yang terasa lebih berat saat dibelokkan, terlalu enteng, atau justru terasa oblak dapat menjadi tanda adanya masalah pada sistem kemudi."Selain bunyi, kemudi keras juga bisa. Nggak bunyi tapi dibelokin keras atau terlalu enteng bisa dari rack steer-nya kena," tambah Midun.Kondisi tersebut juga bisa disertai suara "gluk-gluk" ketika setir digerakkan ke kanan dan kiri. Jika mobil terasa lari ke kanan atau kiri saat dikemudikan, pemilik juga disarankan untuk memeriksa bagian kaki-kaki.Sejumlah mobil melintas di Jalan Tol Bali Mandara, Bali, Rabu (21/9/2022). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTOMobil Tidak Stabil di Kecepatan TinggiMasalah kaki-kaki juga dapat terasa ketika mobil melaju dalam kecepatan tertentu. Mobil yang mulai terasa oleng atau tidak stabil menjadi salah satu tanda yang patut diperhatikan, terutama jika sebelumnya mobil terasa normal saat dikendarai."Dipakai di kecepatan tinggi itu oleng, nggak usah tinggi-tinggi banget, di kecepatan 80 km/jam itu nggak stabil karena bagian kaki-kaki sudah oblak," tutur Midun.Pemilik mobil sebaiknya tidak mengabaikan perubahan kecil pada mobil, baik berupa suara, kemudi yang terasa berbeda, ban yang aus tidak merata, maupun mobil yang mulai tidak stabil. Pemeriksaan lebih awal dapat membantu mengetahui komponen yang bermasalah sebelum kerusakannya merembet ke bagian lain.