Wisatawan Malaysia Makin Gemar Naik Whoosh, Tembus 1.150 Penumpang per Hari

Wait 5 sec.

Penumpang turun dari kereta cepat Whoosh setibanya di Stasiun Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (29/3/2026). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTOPT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat 2.300 tiket Whoosh dibeli wisatawan Malaysia pada awal September 2026, atau rata-rata mencapai 1.150 tiket per hari.Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, KCIC telah melayani 105.095 penumpang asal Malaysia. Jumlah itu mencapai sekitar 40 persen dari total 262.369 penumpang WNA yang menggunakan Whoosh pada periode yang sama.Secara kumulatif sejak Whoosh beroperasi hingga Agustus 2026, sebanyak 403.626 penumpang asal Malaysia telah menggunakan Whoosh.Jumlah ini menjadi yang terbesar dibandingkan penumpang asing lainnya, dengan kontribusi 42,8 persen dari total 944.087 penumpang WNA.General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan tingginya minat wisatawan Malaysia menunjukkan Whoosh telah menjadi bagian dari pengalaman perjalanan mereka selama berada di Indonesia.“Kehadiran Whoosh membuat perjalanan Jakarta-Bandung menjadi lebih cepat dan nyaman, sehingga wisatawan dapat mengunjungi lebih banyak destinasi dalam waktu yang terbatas,” ujar Eva, dalam keterangan resminya, Minggu (13/9).Kereta cepat Whoosh melintas di Kota Cimahi, Jawa Barat, Kamis (31/7/2025). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTOPeningkatan minat turut didukung kolaborasi antara biro perjalanan di Malaysia dengan biro perjalanan di Jakarta dan Bandung. KCIC juga terus membuka peluang kerja sama dengan biro perjalanan untuk menghadirkan paket wisata yang mengintegrasikan Whoosh dengan destinasi wisata, akomodasi, dan layanan pendukung perjalanan lainnya.KCIC juga memperkuat pasar wisatawan Malaysia dengan mengikuti MATTA Fair di Kuala Lumpur dan menggelar sales mission di Penang. Dalam gelaran tersebut, KCIC memperkenalkan layanan Whoosh, cara pembelian tiket, konektivitas Jakarta-Bandung, dan peluang pengembangan paket perjalanan bersama pelaku industri pariwisata Malaysia.Berdasarkan interaksi tim KCIC selama kegiatan di Malaysia, wisatawan yang tertarik menggunakan Whoosh didominasi solo traveler, keluarga, dan kelompok kecil. Sebagian lainnya menggunakan paket wisata.General Manager Corporate Secretary PT KCIC Eva Chairunnisa di Stasiun KCIC Halim, Selasa (24/12/2024). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan Menurut Eva, wisatawan asal negeri jiran itu umumnya menghabiskan 2 hari di Jakarta dan 1 hari di Bandung atau sebaliknya, dengan durasi perjalanan sekitar empat hari tiga malam hingga lima hari empat malam.Adapun destinasi yang banyak diminati wisatawan Malaysia antara lain wisata kuliner di Bandung, wisata belanja dan urban di Jakarta, serta kawasan wisata alam Jawa Barat seperti Lembang dan Ciwidey.Di sisi lain, sebagian wisatawan Malaysia masih memilih membeli tiket secara langsung atau go show karena mempertimbangkan kemungkinan keterlambatan penerbangan dan kondisi lalu lintas dari bandara.“KCIC akan terus menjaga kualitas pelayanan dan memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata di Indonesia maupun Malaysia. Kami berharap Whoosh dapat semakin memudahkan wisatawan menikmati perjalanan yang terintegrasi di Jakarta, Bandung, dan berbagai destinasi wisata di Jawa Barat,” tutur Eva.