Mendiktisaintek Brian Yuliarto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/9/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparanMenteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan pihaknya telah menghitung kebutuhan anggaran untuk merealisasikan pendidikan gratis di perguruan tinggi negeri (PTN), sesuai usulan Presiden Prabowo Subianto.Hasil penghitungan tersebut akan dilaporkan kepada Prabowo sebagai bahan pertimbangan untuk merealisasikan kebijakan tersebut.“Iya, tentu Bapak Presiden sebenarnya pernah memerintahkan kami ya beberapa waktu lalu untuk melakukan kajian mengenai hal ini. Kami sudah mulai menghitung juga bagaimana kebutuhan yang standar begitu ya per mahasiswa untuk seluruh PTN. Kita sudah kalkulasi,” kata Brian di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/9).Menurut Brian, pemerintah selanjutnya akan melihat kemungkinan penerapan pendidikan gratis di PTN, termasuk tahapan pelaksanaannya. Jika kebijakan tersebut memungkinkan untuk diterapkan secara langsung, pemerintah akan mempertimbangkannya.Namun, apabila belum memungkinkan, pemerintah akan menyusun tahapan penerapan mulai 2027 hingga 2029.“Nanti tentu pada kesempatan pertama kami akan melaporkan kepada Bapak Presiden hitungan-hitungan kebutuhan untuk dapat menggratiskan seluruh PTN. Barangkali tentu juga kita akan melihat pentahapannya seperti apa, jika memang dapat langsung baik tapi jika belum memadai atau belum memungkinkan kami juga akan membuat tahapan-tahapannya tahun 2027 bagaimana, 2028, dan 2029. Mungkin itu yang sedang kami lakukan saat ini,” ujarnya.Brian mengatakan pemerintah masih melakukan penghitungan anggaran. Kemendiktisaintek juga masih mendata kebutuhan setiap kampus, termasuk jumlah mahasiswa.“Kita masih hitung ya semuanya. Nanti seperti apa kan kita lagi data semua nih kebutuhan dari setiap kampus, jumlah mahasiswanya bagaimana. Tapi nantinya kita akan lihat bagaimana yang paling mungkin begitu,” kata Brian.Ilustrasi Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Foto: Mehaniq/ShutterstockKaji Skema KIP-KSelain menghitung kebutuhan anggaran untuk menggratiskan PTN, Brian merespons usulan Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani agar program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) nantinya dialihkan untuk membantu mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS), apabila PTN sudah sepenuhnya gratis.Brian mengatakan pemerintah akan mempertimbangkan berbagai opsi untuk memastikan akses pendidikan tinggi tetap dapat dijangkau masyarakat, terutama kelompok tidak mampu.“Ya, tentu kita akan melihat semua ya. Kita pertimbangkan berbagai hal-hal yang mungkin gitu ya. Sehingga nantinya, intinya kita ingin optimal ya dan kita ingin memastikan akses perguruan tinggi itu semuanya bisa diikuti oleh mereka-mereka yang memang tidak mampu gitu,” ujarnya.Menurut dia, pemerintah selama ini juga telah memberikan dukungan bagi mahasiswa dari kelompok ekonomi tidak mampu agar dapat mengakses pendidikan tinggi. Brian mengatakan kelompok desil 1 hingga 4 di PTN saat ini telah mendapatkan beasiswa.“Jadi kita tidak ingin atau kita ingin memastikan ekonomi tidak menjadi halangan. Dan itu sebenarnya sudah terjadi ya, misalnya saat ini tuh seluruh desil 1-4 di perguruan tinggi negeri itu semuanya sudah mendapatkan beasiswa, begitu,” jelas Brian.“Bahkan di perguruan tinggi negeri itu kira-kira yang kelompok tidak mampu mendapatkan dukungan yang maksimal hanya membayar satu juta per semester ya. mulai dari yang nol, KIP-K, hingga lima ratus ribu atau satu juta itu kan kelompok yang mendapatkan afirmasi ya dukungan dari pemerintah, itu mencapai 28 persen lebih,” lanjutnya.Peserta menjalani Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di Universitas Negeri Jakarta, Rabu (22/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparanBrian menilai berbagai skema bantuan tersebut menunjukkan pemerintah selama ini telah memberikan dukungan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi.“Jadi memang sudah banyak sebenarnya yang pemerintah lakukan untuk memastikan akses pendidikan tinggi bisa dimasuki oleh seluruh kalangan. Oke, itu dulu ya,” ujarnya.Meski penghitungan kebutuhan untuk PTN gratis telah dilakukan, Brian belum memastikan kapan kebijakan tersebut dapat mulai diterapkan.Saat ditanya apakah pendidikan gratis di PTN sudah memungkinkan dilaksanakan pada 2027, Brian mengatakan pihaknya masih perlu melihat hasil kajian dan melaporkannya terlebih dahulu kepada Presiden.“Ya nanti kita lihat dulu, kita lapor dulu,” kata Brian.“Nanti kita lihat semuanya ya, kemungkinan-kemungkinannya ya,” pungkas dia.Prabowo Ingin Pendidikan Negeri GratisSebelumnya Prabowo menginginkan biaya pendidikan negeri, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi negeri, harus gratis. Rapat terkait kebijakan tersebut akan segera dilakukan.“Saya akan segera mengadakan ratas. Pokoknya biaya pendidikan negeri harus gratis,” kata Prabowo dalam sambutannya di acara puncak HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Jumat (18/9/).Prabowo kemudian menegaskan pendidikan gratis tersebut mencakup jenjang SD, SMP, SMA hingga universitas negeri.“Biaya pendidikan negeri, SD, SMP, SMA, Universitas Negeri harus gratis,” ujarnya.Prabowo juga menyinggung sumber anggaran untuk merealisasikan kebijakan tersebut.“Nanti akan ada yang bertanya, dari mana uangnya? Uangnya yang dikorupsi, yang dicolong, yang dicuri,” tutur Prabowo.