Vaksin Influenza Anak Bisa Kurangi Risiko Berobat hingga 41 Persen

Wait 5 sec.

Ilustrasi anak divaksin atau vaksin Foto: Shutter StockInfluenza tengah ramai diperbincangkan. Di media sosial, sejumlah orang tua membagikan pengalaman anak yang terkena influenza, bahkan ada yang menyebut rumah sakit mulai dipenuhi pasien anak. Ya Moms, Kementerian Kesehatan RI mengumumkan bahwa subtipe Influenza A H3N2 subklad K—yang populer disebut Super Flu—telah terdeteksi di 13 provinsi.Anak pun termasuk kelompok yang berisiko terkena influenza karena sistem imun dan pernapasannya masih berkembang. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sekitar 5 persen anak yang terkena influenza memerlukan perawatan di rumah sakit. Sebanyak 80 persen di antaranya merupakan anak berusia di bawah 2 tahun.Influenza juga bukan batuk pilek biasa. Menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Abdussalam, SpA, gejala influenza A memang jauh lebih berat."Influenza A tipe H3N2 dikenal dengan istilah superflu, karena penyebarannya cepat, gejalanya lebih berat, batuknya bisa baru sembuh setelah 10-14 hari," kata dr. Reza.Lantas, bagaimana cara mencegah influenza pada anak?Vaksin Influenza Anak Bisa Kurangi Risiko Rawat InapIlustrasi anak sakit menggunakan masker oksigen berbaring di tempat tidur rumah sakit. Foto: TinnaPong/ShutterstockData sementara Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada musim influenza 2025–2026 menunjukkan, vaksin influenza memiliki efektivitas 38–41 persen dalam mencegah kunjungan berobat akibat influenza pada anak dan remaja.Sementara itu, efektivitas vaksin dalam mencegah rawat inap akibat influenza mencapai 41 persen. Artinya, vaksin influenza dapat membantu menurunkan risiko anak mengalami influenza yang membutuhkan perawatan. Vaksin influenza ini juga memberikan perlindungan terhadap virus influenza yang beredar, termasuk influenza A(H1N1) dan A(H3N2).Jadi, pastikan anak mendapat vaksin influenza sejak usia 6 bulan dan perlu diulang setiap tahun sesuai rekomendasi tenaga kesehatan. Pemberian tahunan diperlukan, karena virus influenza terus mengalami perubahan dan komposisi vaksin dapat diperbarui sesuai virus yang diperkirakan beredar.