Anggota kepolisian dari Polsek Lemahabang saat berada di TKP ditemukannya korban yang diduga terjebak api, Minggu (20/9/2026). Foto: Polsek LemahabangSeorang lansia bernama M. Sidik (78) ditemukan meninggal dunia dengan kondisi terbakar di kebun miliknya di Blok Seket Bata, Desa Sindanglaut, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Minggu (20/9) sekitar pukul 15.00 WIB.Korban yang sehari-hari bekerja sebagai buruh dan tinggal di Blok Puhun RT 03 RW 04 Desa Sindanglaut ini diduga terjebak kobaran api saat membersihkan lahan kebunnya.Peristiwa berawal saat korban berpamitan meninggalkan rumah menuju kebunnya yang berjarak sekitar 500 meter pada pukul 12.00 WIB untuk mencari kayu bakar. Namun, hingga sore hari korban tak kunjung kembali.Sekitar pukul 15.00 WIB, warga menemukan korban dalam kondisi tengkurap dan sudah tidak bernyawa di area kebun. Tubuhnya terbakar.Ketua RT setempat, Nasihun, mengkonfirmasi ia mendapat laporan warga mengenai penemuan mayat tersebut."Setelah mendapat laporan, saya bersama perangkat desa langsung mengecek ke lokasi untuk memastikan identitas korban dan menghubungi pihak keluarga," ujar Nasihun, Minggu (20/9/2026).Anggota kepolisian dari Polsek Lemahabang saat berada di TKP ditemukannya korban yang diduga terjebak api, Minggu (20/9/2026). Foto: Polsek LemahabangSementara itu, jajaran Polsek Lemahabang yang dipimpin Kapolsek AKP Nuryana dan Panit Reskrim Aiptu Tris Mulyana, bersama petugas Puskesmas Lemahabang Bery, A.Md.Kep., langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan medis awal."Dari hasil pemeriksaan luar, petugas menemukan sejumlah luka bakar pada tubuh korban, meliputi kepala bagian belakang, punggung bagian belakang, kedua belah tangan dan kaki," kata Nuryana.Petugas memastikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dari senjata tumpul maupun senjata tajam di tubuh korban.Anggota kepolisian dari Polsek Lemahabang saat berada di TKP ditemukannya korban yang diduga terjebak api, Minggu (20/9/2026). Foto: Polsek LemahabangAnak korban, Sumiyati, mengatakan ayahnya memang rutin pergi ke kebun untuk mengumpulkan kayu bakar. Diduga, korban saat itu mengumpulkan ranting pohon lalu membakarnya untuk membersihkan lahan.Namun, cuaca terik dan angin membuat api membesar dengan cepat. Korban yang diduga panik akhirnya terjatuh hingga ikut terbakar.Pihak keluarga menyatakan menolak untuk dilakukan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah. Jenazah korban kini telah diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan di pemakaman setempat.