Pegawai SPPG yang Olok-olok Siswa Korban Keracunan di Karo Dipecat

Wait 5 sec.

Pegawai SPPG yang olok-olok siswa keracunan MBG di Karo. Foto: Instagram/@gibran_rakabumingBadan Gizi Nasional (BGN) Regional Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memberhentikan pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Muntuk, Kemantren Dlingo, Kabupaten Bantul, yang mengolok-olok siswa korban keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Karo, Sumatera Utara.“Kami menyayangkan adanya pernyataan tersebut. Setelah dilakukan penanganan sesuai ketentuan, yang bersangkutan telah diberhentikan. Ini menjadi pelajaran bagi seluruh jajaran bahwa bekerja dalam Program MBG tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memiliki etika, empati, sensitivitas, dan tanggung jawab dalam berkomunikasi,” kata Koordinator Regional BGN DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko, dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (21/9).Gagat mengatakan keputusan memberhentikan pegawai yang berposisi sebagai pengawas keuangan tersebut diambil untuk menjaga standar perilaku, etika, dan profesionalitas seluruh jajaran dalam penyelenggaraan MBG.Menurut Gagat, keamanan pangan menjadi perhatian utama. Ketika ada masyarakat yang diduga terdampak, seluruh jajaran harus mengedepankan empati dan rasa saling menghormati, bukan menjadikannya sebagai bahan olok-olok.Seluruh jajaran SPPG juga diminta bijak dalam menggunakan media sosial.“Kita harus memahami sensitivitas persoalan yang sedang dihadapi masyarakat. Jangan sampai persoalan yang seharusnya menjadi pembelajaran bersama justru dikomentari dengan cara yang tidak tepat. Empati dan saling menghormati harus menjadi bagian dari budaya kerja kita,” katanya.Pegawai SPPG yang olok-olok siswa keracunan MBG di Karo. Foto: Instagram/@gibran_rakabumingDi sisi lain, Gagat mengatakan persoalan tersebut menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pelayanan.“Kami mengarahkan seluruh jajaran untuk fokus bekerja. Tingkatkan kualitas pelayanan, pastikan keamanan pangan, laksanakan SOP, perkuat pengawasan, dan berikan pelayanan terbaik kepada penerima manfaat. Saat ini masyarakat memberikan perhatian yang besar terhadap Program MBG, maka jawab perhatian tersebut dengan kinerja yang semakin baik,” katanya.Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi pelajaran bersama, bukan sekadar persoalan individu.Seluruh unsur SPPG, mulai dari korwil, korcam, kepala SPPG, pengawas gizi, pengawas keuangan, hingga seluruh personel, diminta menjaga integritas, profesionalitas, etika, serta komunikasi dalam menjalankan tugas.“Jangan sampai satu perilaku menghapus kerja baik banyak orang. Mari kita jadikan ini pelajaran. Bekerja dengan benar, berkomunikasi dengan baik, dan tetap memiliki empati. Kita hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, bukan untuk merendahkan pihak lain,” pungkasnya.