Subsidi Nihil, Pasar Motor Listrik 2026 Anjlok

Wait 5 sec.

Suasana test drive motor listrik di PEVS 2025. Foto: Fitra Andrianto/kumparanAsosiasi Industri Motor Listrik Indonesia (Aismoli) mengungkapkan beberapa hambatan perkembangan pasar motor listrik sepanjang 2026 berjalan. Salah satunya adalah ketidakpastian kebijakan subsidi untuk industri.Asosiasi memamparkan kondisi tersebut membuat konsumen cenderung bersikap menahan diri untuk melakukan pembelian, sembari menanti kejelasan regulasi. Efeknya, penyerapan sektor roda dua elektrik ikut tergerus.Ketua Umum Aismoli, Budi Setiyadi membeberkan dinamika pasang surut angka penjualan motor listrik di Indonesia yang sempat menunjukkan tren pertumbuhan positif pada tahun-tahun sebelumnya."Pada tahun 2023, karena mungkin masih awal, kita hanya bisa menjual sekitar 15 ribu unit. Namun pada 2024 kita bisa menjual sekitar 77 ribu unit, dan tahun 2025 meski tidak ada subsidi kita tetap mampu menjual sampai dengan angka 70 ribu unit," kata Budi dalam RDPU Panja Komisi VII DPR RI di Jakarta.Aktivitas komunitas motor listrik Polytron saat kumparan On the Road di kantor kumparan, Minggu (28/12/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparanBudi menyoroti penurunan drastis volume distribusi kendaraan roda dua berbasis baterai yang dialami para pelaku industri sepanjang tahun ini."Namun 2026 sampai dengan Agustus kami baru menyalurkan sekitar 18.900 unit, jadi sangat turun sekali. Mengapa demikian? Menyangkut kebijakan pemerintah yang kadang ada kadang tidak ada," paparnya.Aismoli menilai janji insentif yang terus bergulir tanpa kepastian eksekusi riil di lapangan justru berdampak signfikan terhadap ekosistem penjualan motor listrik secara nasional."Ini cukup mengganggu di industri karena masyarakat juga banyak yang menunggu kapan subsidi akan diberikan. Selain itu permasalahan charging ini juga disinggung, kemudian juga bengkel," tutur Budi.Hingga menginjak September 2026, janji subsidi Rp 3 juta yang sempat dilontarkan pemerintah masih belum menunjukkan kejelasan mengenai waktu implementasinya."Sehingga sampai sekarang jika subsidi benar akan datang 2026 ini, sekarang sudah September dan alokasi tinggal beberapa bulan. Mungkin agak susah jika kita membahas cukup panjang," jelas Budi.