Pasar Ban Nasional Semester II Melambat, Muncul Fenomena Tunda Ganti Ban Baru?

Wait 5 sec.

Suasana booth Bridgestone di IIMS 2024, JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (15/2/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparanIndustri ban nasional menghadapi dinamika pasar yang penuh tantangan pada paruh ke-2 tahun 2026. Setelah sempat mencatatkan pertumbuhan sebesar 4 persen pada semester I, cerita berbeda terjadi ketika memasuki semester II tahun ini.Fenomena perlambatan mulai terasa pada periode Juli hingga September 2026, terdorong oleh faktor musiman seperti tingginya pengeluaran masyarakat untuk tahun ajaran baru sekolah serta tekanan ekonomi global.Presiden Direktur Bridgestone Tire Indonesia, Mukiat Sutikno menjelaskan bahwa situasi ekonomi akhir-akhir menimbulkan fenomena dan penyesuaian kebutuhan belanja komponen ban dari konsumen."Pasti, karena dari apa yang kita lihat konsumen ini ada yang sengaja menunda untuk mengganti ban. Kalau melihat dari Tomo (diler resmi Bridgestone) ada konsumen yang cuma ingin spooring dan balancing," kata Mukiat di PIK 2, Rabu (23/9/2026).Bridgestone Tire Indonesia meluncurkan merek Dayton di PIK 2, Rabu (23/9/2026). Foto: Arya Ahyani Fadianur/kumparanMukiat menceritakan pengalamannya saat kunjungannya ke salah satu gerai Tomo atau Bridgestone Authorized Outlet, ia melihat ada konsumen yang memutuskan untuk menunda pembelian ban baru meski kondisinya sudah layak untuk diganti."Waktu itu saya kebetulan ada di sana, saya melihat mobilnya ternyata yang cukup mewah itu kondisi bannya sudah memprihatinkan. Saya tanya ke pemiliknya katanya baru berencana akan ganti 3-4 bulan lagi," jelasnya.Selain pergeseran pola konsumsi masyarakat, industri ban di Tanah Air juga dihantam oleh kenaikan harga bahan baku atau raw material yang dikatakannya melonjak sekitar 10 hingga 11 persen dibandingkan tahun 2025.Pabrikan mengaku tidak bisa langsung menaikkan harga jual ban secara proporsional guna menyesuaikan lonjakan harga bahan baku tersebut mengingat kondisi daya beli pasar yang masih cenderung lemah."Tetapi meski begitu kan yang namanya penggantian ban itu kan pasti akan terjadi. Hanya saja periodenya jadi lebih mundur," tandas Mukiat.