Patrick Viera (kedua dari kiri) dari Arsenal merayakan golnya bersama Thierry Henry (kanan) dan Robert Pires setelah mencetak gol melawan Newcastle selama pertandingan sepak bola Liga Primer di St James Park, Newcastle.Legenda tim nasional Prancis Thierry Henry melayangkan pujian setinggi langit untuk tim nasional Spanyol setelah mereka sukses menjuarai Piala Dunia 2026. Mantan striker legendaris tersebut menilai kesuksesan La Roja menumbangkan Argentina di partai final merupakan ganjaran yang sangat layak bagi tim yang selalu mengedepankan identitas kolektif di atas ego individu.Dalam sebuah wawancara mendalam, Henry mengungkapkan kekagumannya terhadap konsistensi filosofi sepak bola Spanyol yang tidak pernah luntur. Baginya, menghadapi Spanyol selalu menjadi mimpi buruk bagi tim mana pun karena dominasi mereka yang luar biasa di atas lapangan hijau.Filosofi Kolektif yang Menghancurkan LawanHenry menekankan bahwa kekuatan utama dari armada besutan Luis de la Fuente terletak pada cara kerja tim yang sangat solid. Menurutnya, Spanyol berhasil mempertahankan identitas dan filosofi permainan mereka tanpa harus bergantung pada ketenaran individu para pemainnya di atas lapangan.“Satu hal yang selalu saya katakan adalah cara kerja mereka, identitas mereka, filosofi mereka, dan bagaimana mereka menempatkan nilai tim di atas individu. Semua hal tersebut telah memberikan mereka penghargaan yang setimpal saat ini,” ujar Henry ketika merefleksikan kemenangan bersejarah Spanyol tersebut.Frustrasi Menghadapi Dominasi Tanpa BolaMantan penyerang Arsenal dan Barcelona tersebut juga menceritakan betapa tidak berdayanya seorang pemain saat harus mengejar bola melawan tim matador. Spanyol tidak hanya mendominasi saat menguasai bola, tetapi mereka juga mampu mendikte permainan ketika lawan mencoba menguasai jalannya laga.“Ketika Anda tidak menguasai bola, Anda harus bermain sepak bola tanpanya. Jadi, bagaimana Anda bisa melakukannya melawan tim seperti ini? Spanyol memaksakan kontrol mereka dengan dan tanpa bola. Sungguh luar biasa melihat mereka bermain,” tambah Henry yang mengakui bahwa Spanyol adalah satu-satunya tim yang selalu ingin ia hindari sepanjang karier profesionalnya.Henry juga membandingkan skuad juara saat ini dengan generasi emas Spanyol pada edisi Piala Dunia 2010 silam yang dihuni nama-nama besar seperti Xavi, Iniesta, Busquets, Puyol, dan Ramos. Ia menilai masyarakat kini lebih menyadari pentingnya kerja sama tim karena skuad Spanyol saat ini tidak begitu didominasi oleh nama-nama yang populer di media sosial, namun tetap mempertahankan esensi permainan yang sama kuatnya.Kebangkitan Barcelona yang MengerikanSelain membahas kejayaan tim nasional Spanyol, Henry juga memberikan pandangannya mengenai peta persaingan klub top Eropa saat ini. Ketika ditanya mengenai tim terbaik di dunia pada awal musim ini, ia sempat ragu sebelum akhirnya menunjuk raksasa Catalan, Barcelona, sebagai tim yang paling menonjol saat ini.Meski peta kekuatan sepak bola sangat dinamis dan mudah berubah seperti kejutan Paris Saint-Germain pada musim lalu, Henry tidak bisa memungkiri kekuatan skuad asuhan Hansi Flick saat ini. Ia menegaskan bahwa gaya bermain agresif Barcelona saat ini telah mengembalikan reputasi mereka sebagai klub yang sangat ditakuti di Eropa.“Bagaimanapun, harus diakui bahwa Barcelona, untuk saat ini, sangat mengerikan,” pungkas Henry menutup sesi wawancaranya mengenai performa menjanjikan mantan klubnya tersebut di awal kompetisi domestik maupun Eropa.