Motor Listrik Polytron Mulai Banyak Jadi Armada Perusahaan

Wait 5 sec.

Armada motor listrik Polytron Fox350 Rentokil. Foto: Sena Pratama/kumparanSejak pertama kali terjun di ranah otomotif, motor listrik Polytron sukses diterima pasar domestik. Tidak hanya untuk konsumen perorangan, motor listrik Polytron juga banyak terserap di segmen pembelian borongan atau fleet. Awal semester 2026 saja, Polytron dipercaya menyediakan lebih dari 500 unit motor listrik kepada PLN UID Jawa Timur dan 72 unit Polytron FOX 350 ke PT Semen Padang.Paling baru, datang dari PT Rentokil Indonesia (Rentokil), perusahaan spesialis layanan pengendalian hama atau pest control and hygiene, membeli 80 unit Polytron FOX 350. Ini menambah dari yang sudah ada dan totalnya menjadi 325 unit sejak 2024.“Saat ini, Rentokil Indonesia sudah banyak menggunakan kendaraan listrik sekaligus mendukung pemanfaatan energi ramah lingkungan. Inisiatif ini kami harap agar Rentokil Indonesia dapat berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon di Indonesia," kata Human Resources Director Rentokil Indonesia, Budi Santoso di Jakarta, Sabtu (19/9).Armada motor listrik Polytron Fox350 Rentokil. Foto: Sena Pratama/kumparanHingga saat ini, Rentokil Indonesia telah menggunakan unit motor listrik Polytron sebagai kendaraan operasionalnya di beberapa daerah seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Bali dan Surabaya.Head of Group Product EV 2W Polytron, Ilman Fachrian Fadly mengatakan penggunaan motor listrik Polytron juga dapat memangkas biaya bahan bakar dan perawatan bulanan berkat efisiensi energi yang tinggi dibandingkan motor konvensional.“Hal ini selaras dengan komitmen pemerintah dalam mencapai Net Zero Emissions 2060. Secara akumulatif, seluruh armada motor listrik Polytron yang mengaspal di Indonesia telah menempuh jarak lebih dari 585 juta kilometer dan berhasil memangkas emisi karbon hingga lebih dari 7,1 juta kg CO₂e atau setara dengan menanam 322.727 pohon dewasa," katanya.Ilman membeberkan, populasi motor listrik lansiran Polytron telah mendekati 70 ribu unit. Kerja sama ini menunjukkan bahwa ekosistem kendaraan listrik nasional sudah matang, aman, dan siap digunakan untuk kebutuhan harian masyarakat maupun operasional berat industri.