Komdigi Dorong Transfer AI - Cloud dalam Investasi Microsoft di RI

Wait 5 sec.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam pertemuan bilateral dengan President Microsoft Global Affairs Lisa Monaco di New York, Amerika Serikat, Rabu (23/09/2026). Foto: Dok. KomdigiKementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendorong Microsoft agar investasi 1,7 miliar dolar AS dibarengi adanya transfer teknologi di Indonesia. Investasi itu ditujukan untuk pengembangan infrastruktur cloud (komputasi awan), kecerdasan artifisial (AI), dan ekosistem digital.Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengapresiasi langkah investasi perusahaan pengembang perangkat lunak Windows tersebut. Namun, ia menyebut, investasi Microsoft harus memberikan manfaat jangka panjang bagi kapasitas teknologi Indonesia.“Ke depan, kami ingin memperdalam komitmen Microsoft terhadap Indonesia melalui investasi infrastruktur digital, transfer teknologi dan pengetahuan, pengembangan talenta digital, serta kolaborasi yang lebih kuat untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi anak-anak Indonesia,” ujar Meutya dalam pertemuan bilateral dengan President Microsoft Global Affairs Lisa Monaco di New York, Amerika Serikat, Rabu (23/09).Meutya Hafid menyatakan, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia membutuhkan infrastruktur yang semakin tangguh, inklusif, dan mampu mendukung kebutuhan masyarakat serta industri.“Kami berharap Indonesia dapat semakin menjadi bukan hanya pasar penting bagi Microsoft, tetapi juga pusat strategis infrastruktur digital dan inovasi di kawasan,” kata Meutya.Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid (berjilbab) dalam pertemuan bilateral dengan President Microsoft Global Affairs Lisa Monaco (kanan) di New York, Amerika Serikat, Rabu (23/09/2026). Foto: Dok. KomdigiInvestasi tersebut, tegas Meutya, harus perlu berjalan bersama peningkatan kapasitas nasional. Ia berharap, kolaborasi Microsoft di Indonesia ini dapat membuka ruang bagi institusi, pelaku usaha, pengembang, dan perusahaan teknologi Indonesia untuk mengembangkan kemampuan serta memanfaatkan keahlian teknologi global.“Tujuan kami bukan hanya meningkatkan jumlah masyarakat yang memiliki keterampilan digital, tetapi juga mengembangkan lebih banyak pengembang, inovator, insinyur, dan pemimpin digital Indonesia,” tutur Meutya.Peta Jalan AI yang EtisSoal pengembangan AI, Komdigi menyebut pemerintah Indonesia tengah menyiapkan kerangka tata kelola AI nasional melalui rancangan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan dan Etika AI.Peta jalan tersebut bertujuan agar pengembangan AI dilakukan secara etis, aman, inklusif, dan bertanggung jawab.“Kami ingin memastikan bahwa regulasi tidak menghambat inovasi, tetapi justru memberikan perlindungan dan kepastian yang tepat agar AI dapat berkembang secara bertanggung jawab,” jelas Meutya.Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam pertemuan bilateral dengan President Microsoft Global Affairs Lisa Monaco di New York, Amerika Serikat, Rabu (23/09/2026). Foto: Dok. KomdigiPembahasan Komdigi-Microsoft turut mencakup pelindungan anak di ruang digital dan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).Meutya mengajak Microsoft memperkuat kolaborasi melalui penerapan prinsip keamanan sejak tahap perancangan teknologi (security by design) dan pengembangan teknologi yang bertanggung jawab.Harapannya, komitmen investasi dan kemitraan dengan Microsoft dapat berkontribusi pada agenda Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan kapabilitas dan daya saing digital nasional.“Kami melihat Microsoft sebagai mitra penting dalam memperkuat kapabilitas dan daya saing digital Indonesia. Kami berharap Microsoft terus memperluas investasi dan komitmen jangka panjangnya di Indonesia,” pungkas Meutya.