hafiz humas: Tulungagung, Salah Satu Lokasi Uji Coba KRIS

Wait 5 sec.

Kabupaten Tulungagung jadi salah satu dari empat lokus uji coba nasional implementasi RBKP, KRIS, dan iDRG yang ditinjau langsung oleh Kemenkes dan BPJS Kesehatan, Jumat (25/9/2026). Foto: Dok. BPJS KesehatanBPJS Kesehatan berkomitmen mendukung pelaksanaan uji coba implementasi Rujukan Berbasis Kemampuan Pelayanan (RBKP), Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), dan Indonesian Diagnosis Related Groups (iDRG) yang dilaksanakan di Kabupaten Tulungagung sebagai salah satu lokus uji coba nasional. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mempersiapkan implementasi berbagai kebijakan strategis Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) secara bertahap dan terukur.Kabupaten Tulungagung ditetapkan sebagai salah satu dari empat daerah lokus uji coba. Adapun 3 lokus uji coba lainnya adalah Kota Bandung, Kota Makassar, dan Kabupaten Muara Enim.Deputi Direksi Bidang Manajemen Mutu dan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan, Arief Syaefuddin mengatakan, sebagai penyelenggara Program JKN, BPJS Kesehatan turut berperan aktif dalam memfasilitasi pelaksanaan uji coba sekaligus memastikan koordinasi dengan seluruh fasilitas kesehatan berjalan optimal. Pihaknya mendukung proses uji coba sesuai dengan peran dan kewenangannya, termasuk dalam mendukung kesiapan aspek penyelenggaraan Program JKN dan koordinasi yang diperlukan dalam proses integrasi."Kami mendukung penuh upaya yang dilakukan oleh pemerintah. Tentu dalam pelaksanaannya, membutuhkan beberapa persiapan dan dukungan dari pihak terkait, terutama FKTP dalam menentukan arah rujukan agar lebih efektif. Kami juga selalu melihat bahwa dengan uji coba yang dilakukan, mutu pelayanan terhadap peserta akan meningkat. Ketika mutu meningkat, harapannya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan juga semakin terbuka,” ujarnya.Dalam pelaksanaan uji coba di Kabupaten Tulungagung, Kementerian Kesehatan bersama BPJS Kesehatan melakukan kunjungan ke sejumlah fasilitas kesehatan yang mewakili berbagai tingkat dan jenis layanan kesehatan, yaitu RS Putra Waspada, RSUD. dr. Iskak Tulungagung, Poliklinik Kesehatan 05.09.09 Tulungagung dan Puskesmas Kauman. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan fasilitas kesehatan dalam mendukung implementasi RBKP, KRIS, dan iDRG, mulai dari aspek pelayanan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, hingga sistem pendukung yang diperlukan dalam pelaksanaan kebijakan tersebut.Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Azhar Jaya mengatakan pemerintah tengah mendorong transformasi di bidang kesehatan melalui tiga fokus, yakni Rujukan Berbasis Kemampuan Pelayanan (RBKP), peralihan INACBG's ke IDRG, dan penetapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). Untuk memastikan kesiapan implementasi, Kementerian Kesehatan telah menetapkan empat lokasi sebagai tempat pelaksanaan uji coba.Menurutnya, Kabupaten Tulungagung menjadi salah satu daerah yang dinilai telah siap menjalankan uji coba tersebut. Kesiapan itu terlihat dari hasil kunjungan dan pengujian sistem di FKTP, yang menunjukkan waktu lebih cepat dibandingkan standar waktu yang ditetapkan. Selain itu, kesiapan rumah sakit dalam menerima dan menangani pasien rujukan dari puskesmas juga menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan uji coba berjalan baik.“Kami sudah melihat kesiapan yang dilakukan di Tulungagung dan menilai daerah ini sudah siap melaksanakan uji coba tiga fokus pemerintah. Ini menunjukkan bahwa sistemnya sudah berjalan dengan baik, tinggal bagaimana pelaksanaannya di lapangan. Kami melihat KRIS sudah baik dan memenuhi persyaratan. Pasien juga merasa puas selama menjalani perawatan, tentu ini akan menjadi modal yang kuat dalam pelaksanaan uji coba di lapangan. Tulungagung siap melaksanakan uji coba,” kata Azhar.Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menilai transformasi pelayanan kesehatan berbasis kompetensi merupakan langkah yang tepat, terutama untuk memastikan masyarakat memperoleh rujukan sesuai kebutuhan dan tingkat urgensinya. Menurutnya, uji coba di Tulungagung diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi fasilitas kesehatan di kabupaten/kota lainnya di Jawa Timur agar implementasi sistem tersebut dapat dipersiapkan secara lebih luas.“Sebelumnya kami sampaikan terima kasih sudah memilih Tulungagung sebagai lokasi uji coba. Tentu upaya transformasi berbasis kompetensi ini merupakan langkah yang tepat, dan harapannya publik akan mendengar ini sebagai sesuatu yang luar biasa. Karena uji coba dilakukan di Tulungagung, nanti Kepala Dinas Kesehatan agar bisa sharing ke fasilitas kesehatan lainnya, sehingga sistem ini dapat berjalan bukan hanya di Tulungagung, tetapi di setiap kabupaten/kota di Jawa Timur," tegas Emil.Sementara itu, Plt. Bupati Tulungagug, Ahmad Baharudin mengapresiasi atas dipilihnya Kabupaten Tulungagug menjadi lokus uji coba penerapan sistem RBKP, IDRG dan KRIS. Dengan dipilihnya RSUD dr. Iskak Tulungagung, pihaknya mendukung kebutuhan apa yang nantinya diperlukan untuk kesiapan rumah sakit dalam penerapan sistem yang akan diujicobakan. Namun demikian, Baharudin juga meminta dukungan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar memberikan perhatian lebih kepada fasilitas kesehatan khususnya di Kabupaten Tulungagung sehingga bisa mensukseskan program pemerintah dalam mewujudkan pelayanan yang semakin optimal bagi masyarakat.