Resident Evil Zach Cregger Bawa Teror Baru ke Raccoon City! Sudah Siap Ikut Masuk Survival Mode?

Wait 5 sec.

Kalau mendengar nama Resident Evil, yang langsung terbayang mungkin zombie, Raccoon City, Umbrella Corporation, peluru yang harus dihemat, sampai lorong gelap yang bikin kita mikir dua kali sebelum melangkah. 🧟‍♀️🪓 Waralaba game besutan Capcom ini sudah lama menjadi salah satu nama besar dalam dunia survival horror. Kini, teror tersebut kembali menyala di layar lebar lewat film terbaru garapan Zach Cregger, sutradara yang pernah menaungi Barbarian (2022) dan Weapons (2025).“Where was it going again?”Kali ini, Cregger membawa kita ke Raccoon City lewat sudut pandang karakter baru bernama Bryan. Alih-alih mengikuti sosok yang sudah akrab bagi pemain game, cerita berpusat pada seorang kurir medis yang mendadak harus berhadapan dengan kekacauan biologis dan makhluk-makhluk mengerikan.Penasaran seperti apa teror baru yang menunggu di Raccoon City? Yuk, kita bongkar satu per satu, Grameds! 🏄‍♂️Sinopsis Kekacauan di Raccoon City“Everything that has happened in this town, transpired in a matter of hours. You’ve got no idea what you’ve got there in your hands.”Source: IMDbCerita Resident Evil mengikuti Bryan yang diperankan Austin Abrams, seorang kurir medis yang mendapat tugas mengantarkan sebuah paket ke rumah sakit di Raccoon City. Pekerjaan tersebut awalnya terdengar biasa saja sampai sebuah insiden di kawasan bersalju membuat perjalanannya berubah menjadi mimpi buruk.Sesampainya di tengah kekacauan, Bryan mendapati Raccoon City sedang menghadapi wabah akibat kebocoran dari sebuah laboratorium eksperimental. Kota yang sudah kacau kini dipenuhi makhluk bermutasi, sementara Bryan harus mencari cara untuk mencapai tujuannya di tengah situasi yang terus memburuk.Posisi Bryan sebagai orang biasa membuat perjalanan ini terasa menarik. Ia datang tanpa persiapan untuk menghadapi zombie atau monster, lalu harus belajar membaca keadaan sambil terus bergerak. Dari sinilah Cregger membawa penonton masuk ke sebuah perjalanan yang terasa seperti satu malam panjang di dunia Resident Evil.Kembali ke Akar Survival HorrorFilm ini mengembalikan perhatian pada salah satu elemen yang membuat Resident Evil begitu ikonik, yaitu rasa terancam yang terus mengikuti karakter. Bryan harus menghadapi lingkungan yang asing, sumber daya yang terbatas, serta berbagai situasi yang membuat setiap langkah terasa penuh risiko.Cregger menerjemahkan pengalaman bermain game ke dalam bahasa sinema lewat eksplorasi lokasi, pencarian item, teka-teki, sudut kamera tertentu, hingga berbagai detail yang mengingatkan pada mekanik Resident Evil. Penonton pun diajak menikmati ketegangan dari proses menemukan apa yang sebenarnya terjadi di balik kekacauan tersebut.Lingkungan dalam film turut menjadi bagian penting dari pengalaman tersebut. Rumah sakit, laboratorium, jalanan kota, dan berbagai lokasi lainnya punya fungsi masing-masing dalam perjalanan Bryan. Rasa aman bisa berubah dalam sekejap, sehingga penonton ikut dibuat waspada terhadap apa pun yang mungkin muncul di balik pintu berikutnya.Baca juga: One Last Mission! Film Heart of the Beast Sajikan Kisah Survival Brad Pitt dan Anjing Tempur di Alam Liar Alaska5 Alasan Resident Evil Layak Masuk Daftar Tontonan HororSource: IMDb1. Zach Cregger Ketemu Franchise yang Sudah Jadi MainannyaNama Zach Cregger tentu menarik perhatian, terutama setelah Barbarian dan Weapons. Dua film tersebut memperlihatkan ketertarikannya pada horor yang penuh kejutan, ketegangan, humor gelap, dan situasi yang bisa berubah arah dalam sekejap. Sekarang, gaya tersebut mendapat arena baru lewat dunia Resident Evil.Cregger sendiri merupakan penggemar game Resident Evil. Untuk film ini, ia lebih banyak menggali pengalaman bermain game-nya daripada menjadikan film-film adaptasi sebelumnya sebagai patokan utama. Fokus tersebut membuat pendekatannya terasa dekat dengan sensasi yang dirasakan pemain ketika menjelajahi dunia Resident Evil.2. Detail Game Bertebaran di Mana-ManaCregger tampaknya paham bahwa keseruan Resident Evil terletak pada detail-detail kecil yang membuat pemain merasa sedang berada di dalam game-nya. Karena itu, film ini memasukkan berbagai elemen familiar seperti Green Herb, First Aid Spray, mesin ketik, puzzle, hingga referensi terhadap Umbrella Corporation.Penggunaan elemen tersebut terasa seperti hadiah kecil bagi pemain lama. Mata penonton bisa sibuk mencari benda atau situasi yang terasa familiar, sementara adegan berikutnya terus berjalan membawa cerita ke arah yang baru.Buat Grameds yang belum pernah memainkan gamenya, detail tersebut tetap bisa dinikmati sebagai bagian dari dunia film. Sementara itu, para veteran Resident Evil bisa punya permainan tambahan sendiri selama menonton, yaitu berburu easter egg sebanyak mungkin.3. Koleksi Monster yang Siap Bikin PanikSource: IMDbZombie tentu masih menjadi bagian penting dari kekacauan di Raccoon City. Namun, ancaman dalam film ini punya variasi yang lebih luas, mulai dari anjing monster hingga berbagai makhluk hasil mutasi yang siap membuat perjalanan Bryan semakin runyam.Kehadiran monster juga memberi warna berbeda pada setiap situasi. Ada ancaman yang membuat Bryan harus bergerak cepat, ada yang memaksanya mencari jalan lain, dan ada pula yang mengubah keadaan secara drastis dalam waktu singkat.Buat penggemar creature horror, bagian ini jelas punya daya tarik sendiri. Desain makhluknya membawa nuansa grotesque yang lekat dengan Resident Evil, sekaligus memberi ruang bagi Cregger untuk memainkan bentuk-bentuk teror yang sesuai dengan gaya horornya.4. Bryan; Bukan Leon atau JillSatu hal yang langsung membedakan film ini adalah pilihan karakter utamanya. Cerita mengikuti Bryan, karakter baru yang harus menghadapi kekacauan Raccoon City dari titik nol. Sosok seperti Leon Kennedy atau Jill Valentine tidak menjadi pusat cerita kali ini.Pilihan tersebut memberi kesempatan bagi penonton untuk mengenal kembali dunia Resident Evil dari sudut pandang orang yang sama-sama asing dengan situasi di sekitarnya. Bryan harus memahami ancaman yang datang sambil mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.Buat penonton baru, pendekatan ini membuat cerita terasa lebih mudah diikuti. Pemain lama pun tetap punya banyak hal untuk diperhatikan lewat berbagai lokasi, makhluk, benda, dan referensi yang menghubungkan film dengan dunia Resident Evil.5. Horor Dikasih Bumbu Aksi dan HumorHoror dalam Resident Evil punya ruang untuk bernafas lewat aksi dan humor. Cregger memanfaatkan kombinasi tersebut agar suasana film bisa bergerak dinamis, dari adegan yang bikin tegang menuju momen yang lebih ringan sebelum kembali menghantam penonton dengan ancaman berikutnya.Formula ini terasa cocok dengan DNA Resident Evil. Sejak game-game awal, franchise ini memang punya perpaduan antara eksplorasi, aksi, teka-teki, monster, dan humor kecil yang muncul di tengah situasi genting.Dengan durasi sekitar 97 menit, film pun bergerak cukup padat. Perjalanan Bryan segera membawa penonton dari sebuah pekerjaan biasa menuju kekacauan Raccoon City, sehingga terornya bisa langsung terasa sejak awal hingga akhir.Kenalan dengan Para PemainnyaBerikut daftar karakter dan pemeran yang meramaikan kekacauan di Racoon CityAustin Abrams sebagai BryanZach Cherry sebagai DaveKali Reis sebagai PaulinePaul Walter Hauser sebagai CarlJohno Wilson sebagai Inspector WilsonBaca Kisah Seru Lainnya di Sini!Saatnya Kembali Menyusuri Raccoon CitySource: IMDbDengan cerita yang mengikuti karakter baru, membawa kembali atmosfer survival horror, lalu mengisinya dengan monster, teka-teki, easter egg, dan berbagai detail yang akrab bagi pemain game; Resident Evil garapan Zach Cregger seperti punya cara sendiri untuk kembali membawa masuk penonton ke pintu menuju Raccoon City. Buat Grameds yang sudah lama mengikuti Resident Evil, film ini menawarkan banyak detail untuk diburu. Sementara buat yang baru ingin berkenalan dengan dunia Raccoon City, perjalanan Bryan bisa menjadi titik masuk untuk menikmati teror tanpa perlu menghafal seluruh lore franchise terlebih dahulu.Film ini sudah tayang di bioskop Indonesia sejak 16 September 2026 dengan klasifikasi D17. Jadi, kalau lampu bioskop mulai redup dan jalanan bersalju Raccoon City muncul di layar, siap-siap saja. Itu tandanya satu paket medis, satu perjalanan malam, dan segunung monster sudah menunggu di depan mata. 🧟‍♂️🔦Wal akhir,Happy survival, Grameds! 😬Rekomendasi Buku HororKalau kamu suka dengan nuansa horor yang hadir dalam Resident Evil, rasanya kamu bakal suka juga dengan kisah yang ada dalam buku ini, Grameds. 📚Berikut beberapa rekomendasi buku dengan nuansa serupa yang bisa kamu baca!Ada Zombie di Jakarta — Intan Z.S.“Hidup atau mati, mempertaruhkan nyawa sekali lagi.”Temukan Bukunya di Sini!Kekacauan dimulai ketika live stream misterius dari akun 404 viral dan membuat orang-orang yang menontonnya berubah menjadi zombie. Peringatan Dhafian dan Lavanya tak digubris hingga wabah menyebar ke seluruh kota. Dengan suasana survival yang intens, ancaman yang terus mengejar, dan latar Jakarta yang terasa dekat dengan keseharian, Ada Zombie di Jakarta menawarkan pengalaman horor zombie yang bikin penasaran seberapa lama kamu sanggup bertahan hidup.Sembilan Budak Setan — Cyntha Hariadi, dkkTemukan Bukunya di Sini!Sembilan cerita, sembilan sudut pandang, dan sembilan cara berbeda untuk membuat pembaca merasa tidak nyaman. Sembilan Budak Setan mengajak kamu menyusuri horor yang lahir dari dendam, kekerasan, kehilangan, dan kematian yang meninggalkan urusan belum selesai. Terornya bergerak dari hubungan ibu dan anak yang mencekik, dendam antarsaudara, hingga pembantaian massal, lalu berpindah ke berbagai latar seperti kota besar, desa yang terdesak modal, ladang pembunuhan di Eropa, bahkan planet asing. Daya tarik buku ini terletak pada variasi ceritanya yang luas, sehingga setiap kali memasuki cerita baru, kamu kembali dihadapkan pada bentuk kengerian yang berbeda. Tentang Ziarah yang Terkutuk — SesujiTemukan Bukunya di Sini!Kobayashi dan Ikeda awalnya hanya ingin membuat fanbook tentang kanal Occult Yankee, tetapi keterbatasan popularitas membuat mereka harus mencari cara agar proyek tersebut terasa lebih menarik. Mereka mulai mengumpulkan informasi dari berbagai tempat angker, menelusuri sumber di internet, lalu merangkai teori-teori yang kira-kira disukai pembaca. Masalahnya, semakin banyak mereka menggali, semakin sulit membedakan mana teori yang mereka karang dan mana misteri yang benar-benar menyimpan sesuatu. Tentang Ziarah yang Terkutuk menarik buat kamu yang suka horor investigatif dengan misteri berlapis dan cerita yang membuat rasa penasaran terus naik dari halaman ke halaman. Lewat Tengah Malam — Sweta KartikaTemukan Bukunya di Sini!Buat kamu yang suka horor dengan sentuhan mistis Nusantara, ritual gelap, dan kisah tentang ambisi manusia yang kelewat jauh, buku ini punya atmosfer yang pekat untuk diselami.“Mereka bilang, harta bukanlah segalanya. Mereka juga bilang, tahta tak bisa membeli bahagia. Semua itu hanyalah dusta dari mulut-mulut nestapa.Harta dan tahta adalah segalanya. Nyawa pun layak ditumbalkan untuk mendapatkannya. Hingga akhirnya gerbang iblis pun terbuka.Misteri bocah pembisik, danau maut penuh butiran emas, singgasana berdarah, pesugihan. Lewat tengah malam itu, bujuk rayu kegelapan mulai menuntun kaki-kaki anak manusia menempuh suramnya jalan pintas neraka.” The Vampyre — John William PolidoriTemukan Bukunya di Sini!The Vampyre karya John William Polidori menghadirkan Lord Ruthven, sosok aristokrat dengan daya tarik dingin yang perlahan menyeret Aubrey menuju sebuah janji mematikan. Buku ini turut memuat Ernestus Berchtold, kisah tentang seorang pemuda yang berhadapan dengan misteri kelam keluarganya di tengah kewajiban militer. Dua cerita Gothic ini mempertemukan atmosfer suram, cinta terlarang, rahasia masa lalu, dan ancaman supernatural yang perlahan menggerogoti kehidupan para tokohnya. Baca juga: Misteri Pendaki Hilang: Kisah Horor Gunung yang Bikin Merinding di Mountain Ghost StoriesMasih perlu list bacaan lainnya, Grameds?Kamu bisa juga menemukan kumpulan lainnya dalam list Promo Dunia Fiksi yang sedang berlangsung di Gramedia.com. Selama periodenya berlangsung, kamu berkesempatan untuk mendapatkan mendapatkan buku fiksi terbitan BIP, Elex Media, dan M&C! dengan diskon hingga 40%, lho. 😍Yuk, segera intip list-nya dan dapatkan buku yang kamu inginkan sekarang juga! 🛒Temukan Promonya di Sini!Jangan lupa cek berbagai promo menarik lainnya di Gramedia.com supaya pengalaman belanjamu makin seru dan hemat! ⤵Temukan Semua Promo Spesial di Sini!