Ilustrasi kecelakaan pesawat. Foto: Arsel Ozgurdal/ShutterstockKecelakaan pesawat di wilayah barat daya Republik Demokratik Kongo (DRC) menewaskan 17 orang, termasuk dua pejabat tinggi peradilan militer negara tersebut. Kecelakaan ini dikonfirmasi Kementerian Transportasi Kongo pada Sabtu (26/9).Dilansir AFP, pesawat kecil yang membawa rombongan pejabat peradilan militer itu jatuh sekitar pukul 13.00 GMT pada Jumat (25/6) di dekat Kenge, Provinsi Kwango, lebih dari 200 kilometer (125 mil) sebelah timur ibu kota Kinshasa.Transportasi udara memiliki peran penting di negara yang sangat luas tersebut, karena jaringan jalan di sejumlah wilayah sering kali dalam kondisi buruk. Namun, perjalanan udara juga memiliki risiko tersendiri karena sejumlah bandara dan peralatan navigasi di negara itu berada dalam kondisi yang serupa.Dalam pernyataannya, Kementerian Transportasi mengatakan pesawat yang terlibat merupakan pesawat ringan jenis Let 410 UVP yang dioperasikan Tracep Congo Aviation. Kecelakaan itu menewaskan 13 penumpang dan empat awak pesawat.Dua pejabat senior yang tewas dalam kecelakaan tersebut adalah Kepala Pengadilan Tinggi Militer Joseph Mutombo dan Auditor Jenderal Angkatan Bersenjata Lucien-Rene Likulia. Keduanya berpangkat Letnan Jenderal.Likulia, yang ditunjuk oleh Presiden Felix Tshisekedi, merupakan jaksa yang menuntut mantan Presiden Joseph Kabila dalam persidangan pada September 2025. Persidangan tersebut digelar tanpa kehadiran Kabila, yang kemudian dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman mati atas dakwaan pengkhianatan dan kejahatan perang.Tshisekedi telah memerintahkan penyelidikan terkait kecelakaan tersebut.