Vina Panduwinata di rumah duka Guruh Soekarnoputra, Sabtu (26/9/2026). Foto: Aprilandika Pratama/kumparanKepergian maestro seni Tanah Air, Guruh Soekarnoputra, meninggalkan duka mendalam bagi penyanyi senior Vina Panduwinata. Wanita yang akrab disapa Mama Ina ini, tak mampu menahan rasa harunya saat berkunjung ke rumah duka tadi pagi (26/9) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.Vina mengungkapkan bahwa suasana dan aura rumah duka seketika membawanya kembali pada momen-momen indah saat keduanya berkolaborasi di masa lalu. Ia mengenang bagaimana mereka menghabiskan waktu berbulan-bulan berkumpul di tempat tersebut untuk mempersiapkan pergelaran megah "Cinta Indonesia".Menurut Vina, keterlibatannya dalam pagelaran "Cinta Indonesia" pada tahun 1984 silam, merupakan salah satu kenangan paling luar biasa yang menambah keindahan serta memori dalam perjalanan kariernya.Saat itu, Guruh Soekarnoputra secara khusus menunjuk Vina untuk menyanyikan lagu legendaris bertajuk "Melati Suci" dalam konser besar yang berlangsung selama tiga hari tersebut."Banyak sekali kenangan. Salah satu yang paling luar biasa menambah keindahan dalam berkarier aku adalah pada saat aku ikut di pagelaran besar Cinta Indonesia. Aku salah satu yang ditunjuk sama beliau untuk menyanyikan lagu Melati Suci," kenang Vina.Baru Tahu soal Sakit Guruh Soekarnoputra BelakanganWakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memegang foto almarhum Guruh Soekarnoputra di TPU Karet Bivak, Jakarta, Sabtu (26/9/2026). Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparanTerkait kondisi kesehatan almarhum, Vina mengaku baru mengetahui kondisi sakit Guruh belakangan ini. Ia mendapat kabar bahwa almarhum sempat mengalami masa kritis selama dua hari sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir pada pagi hari tadi.Vina mengungkapkan, informasi mengenai sakitnya almarhum memang tidak disebarkan secara luas sejak awal demi menjaga kenyamanan dan ketenangan almarhum saat menjalani perawatan.Di mata Vina, Guruh Soekarnoputra adalah sosok yang sangat baik hati, ramah, serta selalu menjaga kedekatan dan hubungan pertemanan dengan sangat luar biasa. Kedekatan itu juga terlihat jelas dari bagaimana para anggota Swara Maharddhika tetap setia dan hadir mendampingi almarhum hingga akhir hayatnya.Kenang Kepiting Kesukaan GuruhVina Panduwinata di rumah duka Guruh Soekarnoputra, Sabtu (26/9/2026). Foto: Aprilandika Pratama/kumparanDi balik hubungan profesional mereka, Vina dan Guruh memiliki kedekatan bak keluarga. Vina menceritakan salah satu momen berkesan saat terakhir kali bertemu dengan almarhum. Guruh sempat mengingatkan Vina untuk tidak lupa mengirimkan makanan kesukaannya, yaitu kepiting.Selain kepiting, almarhum juga dikenal sangat menyukai jajanan tradisional Indonesia seperti kue mangkok."Mas Guruh tuh bilang, 'Na, jangan lupa lho kepitingnya.' Karena beliau tuh senang banget kepiting yang aku suka kirim," tutur Vina.Namun, Vina sempat diingatkan oleh kakak almarhum, Sukmawati Soekarnoputra, agar tidak mengirimkan kepiting terlalu banyak mengingat kondisi kesehatan adiknya.Vina pun mengaku merasa sedih karena belum sempat memesankan kepiting permintaan terakhir tersebut sebelum akhirnya Guruh jatuh sakit hingga berpulang. Meski demikian, Vina bersyukur pernah berulang kali membuat almarhum tersenyum dan bahagia lewat hantaran makanan kesukaannya.Penghormatan Terakhir untuk Sang Maestro SeniMenanggapi kepulangan Guruh Soekarnoputra, Vina merasa almarhum kini telah tenang dan tidak lagi harus menahan rasa sakit. Ia meyakini bahwa almarhum sudah siap untuk menghadap Sang Pencipta.Vina pun menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas segala warisan karya seni yang telah didedikasikan almarhum bagi bangsa Indonesia."Kita semuanya merasa kehilangan. Terima kasih atas karya-karya warisan yang Mas Guruh sampaikan selama ini untuk anak cucu kita semua. Mas Guruh adalah harta yang indah untuk Indonesia," pungkas Vina.