Ban BFGoodrich Advantage Touring. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparanBFGoodrich memperkuat pasar ban on road di Indonesia melalui dua produk, yakni Advantage Touring dan g-Force Phenom. Keduanya diproduksi secara lokal di fasilitas PT Multistrada Arah Sarana, Cikarang, Jawa Barat.Customer Engineering Support BFGoodrich, Alfons Abikaryono menyebut bahwa dua model tersebut disiapkan untuk memenuhi perbedaan gaya berkendara.“BFGoodrich on road diproduksi di Indonesia dengan fasilitas dan standar yang juga digunakan untuk melayani pasar ekspor. Melalui Advantage Touring dan g-Force Phenom, kami menghadirkan pilihan untuk kebutuhan berkendara yang berbeda, namun tetap dengan fokus yang sama pada kualitas, durability, dan rasa percaya diri saat berkendara,” jelas Alfons di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (24/9/2026).Ban BFGoodrich Advantage Touring. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparanAdapun perbedaan antara keduanya, Advantage Touring dikembangkan untuk penggunaan sehari-hari dengan mengutamakan kenyamanan berkendara dan daya tahan keausan permukaan ban.Sementara itu, g-Force Phenom menawarkan karakter lebih sporty dengan memaksimalkan daya cengkeram di kondisi jalan kering maupun basah.Pada proses riset dan pengembangan, BFGoodrich turut mempertimbangkan kondisi jalan di Indonesia yang beragam. Sehingga, kedua ban tersebut mengusung konstruksi dinding samping atau side wall yang kokoh agar sesuai karakter kontur dan gaya berkendara pengemudi di Tanah Air.Lebih dari itu, ban produksi BFGoodrich juga bisa digunakan untuk mobil listrik. Alfons menjelaskan, struktur BFGoodrich Advantage Touring sudah sesuai dengan karakter torsi instan yang dapat memengaruhi tingkat keausan ban.Pabrik PT Multistrada Arah Sarana (MASA) sebagai fasilitas perakitan ban BFGoodrich dan Michelin di Cikarang Jawa Barat. Foto: Dok. BFGoodrich“Ada ukuran tertentu (BFGoodrich Advantage Touring) yang sudah kita pakai di BYD M6. Artinya dengan pertimbangan teknisnya itu ada kesesuaian untuk dipasang di salah satunya BYD M6,” tambahnya.Katanya, aspek yang perlu diperhatikan secara spesifik untuk ban mobil listrik, yaitu ketahanan keausan telapak yang baik serta indeks beban (load index) dan indeks kecepatan (speed index) yang sesuai.Sejak 1870Pabrik PT Multistrada Arah Sarana (MASA) sebagai fasilitas perakitan ban BFGoodrich dan Michelin di Cikarang Jawa Barat. Foto: Dok. BFGoodrichBFGoodrich bukan jenama asing di industri otomotif. Pertama kali didirikan oleh Dr. Benjamin Franklin Goodrich pada 1870 di Amerika Utara. Kemudian diakuisisi oleh Michelin pada tahun 1990.Baru pada 2022, BFGoodrich mulai dipasarkan di Indonesia dan dimanufaktur secara lokal oleh PT Multistrada Arah Sarana di Cikarang, Jawa Barat.“Dengan pengalaman inovasi lebih dari 150 tahun, BFGoodrich terus menghadirkan solusi yang relevan, tangguh, dan terpercaya untuk menjawab kebutuhan mobilitas konsumen yang semakin beragam,” kata Head of Marketing BFGoodrich, Samuel Hasibuan pada kesempatan serupa.