BI Dorong Ekonomi Syariah Jadi Sumber Pertumbuhan Baru

Wait 5 sec.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti beri sambutan saat Opening Ceremony Festival Ekonomi Syariah Regional Jawa 2026 di Kota Surabaya, Sabtu (26/9/2026). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparanGubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mendorong penguatan ekonomi dan keuangan syariah sebagai sumber pertumbuhan baru yang inklusif dan berkelanjutan. Hal ini dilakukan melalui pengembangan rantai nilai halal, perluasan pembiayaan syariah, serta peningkatan literasi dan inklusi ekonomi dan keuangan syariah.Hal tersebut disampaikan Destry saat membuka Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026 di Kota Surabaya, Sabtu (26/9).Jawa Timur dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan FESyar Jawa karena memiliki peran strategis dalam pengembangan ekonomi syariah nasional. Provinsi ini memiliki 97,33 persen penduduk Muslim dan 7.347 pesantren.Destry mengatakan Indonesia memiliki modal yang kuat untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah. Berdasarkan State of the Global Islamic Economy Report 2025/2026, Indonesia berada di peringkat ke-4 dunia.Pada triwulan II 2026, sektor unggulan rantai nilai halal Indonesia tumbuh 5,50 persen secara tahunan (yoy). Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh sektor makanan halal, fesyen muslim, dan pariwisata ramah muslim.Sementara itu, aset keuangan syariah meningkat menjadi Rp 3.131 triliun sejalan dengan pertumbuhan pembiayaan syariah. Dari sisi literasi, tingkat literasi ekonomi syariah naik dari 16,30 persen pada 2019 menjadi 50,18 persen pada 2025.Menurut Destry, capaian tersebut perlu terus dikembangkan agar tidak berhenti pada pertumbuhan sektor, tetapi dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.“Berbagai capaian tersebut patut disyukuri, namun harus terus ditransformasikan menjadi kekuatan ekonomi yang nyata. Ketiganya diarahkan agar semakin terintegrasi, berdampak nyata, dan inklusif. Kunci mewujudkannya adalah sinergi. Semangat sinergi inilah yang kita wujudkan melalui FESyar Jawa 2026,” ujar Destry.Destry juga menekankan pentingnya ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, akses terhadap produk ekonomi dan keuangan syariah perlu dibuka bagi seluruh segmen masyarakat, tidak hanya kelompok tertentu.Destry juga menyoroti pentingnya memperluas akses pembiayaan, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Menurutnya, penguatan kapasitas usaha dan laporan keuangan menjadi bagian penting agar pelaku UMKM dapat memperoleh akses ke sektor keuangan.Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa beri sambutan saat Opening Ceremony Festival Ekonomi Syariah Regional Jawa 2026 di Kota Surabaya, Sabtu (26/9/2026). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparanSelain pembiayaan, pengembangan rantai nilai halal menjadi salah satu fokus penguatan ekonomi syariah. Destry menilai potensi pasar halal Indonesia tidak hanya berasal dari kebutuhan domestik, tetapi juga dapat dikembangkan untuk pasar global.FESyar Jawa 2026 menjadi salah satu wadah untuk mempertemukan pelaku usaha, lembaga keuangan, pemerintah, pesantren, serta pemangku kepentingan lainnya dalam memperkuat ekosistem tersebut.Destry menyebut penyelenggaraan FESyar Jawa tahun ini merupakan pelaksanaan yang ke-13. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya BI untuk terus mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di tingkat regional.Dalam penyelenggaraan tahun ini, FESyar Jawa 2026 juga menargetkan transaksi sebesar Rp 25,5 miliar. Target tersebut meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp 25 miliar.Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya memastikan pengembangan ekonomi syariah memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.“Ukuran keberhasilan ekonomi syariah bukan hanya seberapa besar asetnya, tetapi seberapa luas manfaat dan kemaslahatan yang dihasilkannya,” tutur Khofifah.FESyar Jawa 2026 mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”. Kegiatan berlangsung pada 25-27 September 2026.Tiga program utama yang dihadirkan dalam FESyar Jawa 2026 meliputi pembentukan Pasar Rakyat serta Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat, pengembangan wakaf produktif berupa wakaf uang untuk mendukung pendidikan, serta pembiayaan inovatif untuk pengadaan perumahan bagi guru madrasah dan pesantren anggota Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN).Penyelenggaraan FESyar Jawa 2026 melibatkan BI, pemerintah daerah, Komite Nasional/Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS/KDEKS), kementerian dan lembaga, industri keuangan syariah, pesantren, pelaku usaha, serta mitra strategis lainnya.FESyar Jawa menjadi rangkaian terakhir Road to Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 setelah penyelenggaraan FESyar di wilayah Sumatera dan Kawasan Timur Indonesia.