Ilustrasi anak dengan ADHD. Foto: MIA Studio/ShutterstockMelihat anak yang aktif, banyak bicara, punya banyak ide, atau cepat berpindah aktivitas, orang tua mungkin bertanya-tanya apakah hal tersebut berkaitan dengan ADHD. Namun, beberapa karakteristik yang tampak dari luar juga dapat ditemukan pada anak gifted. Karena itu, perilaku yang terlihat saja belum cukup untuk membedakan keduanya.Psikolog klinis anak dan keluarga, Roslina Verauli, menjelaskan bahwa ada beberapa karakteristik yang dapat terlihat mirip pada anak gifted maupun anak dengan ADHD.“Cepat berpindah aktivitas, banyak berbicara dan banyak ide, dapat mengalami underachievement akademis, dapat tampak gelisah dan sulit diam, keterlibatan sangat kuat ketika tertarik,” jelas Roslina saat dihubungi kumparanMOM beberapa waktu lalu.com-Ilustrasi anak cerdas dan ceria Foto: ShutterstockPada anak gifted, kemampuan kognitifnya berada jauh di atas rata-rata. Anak juga dapat menunjukkan kemampuan berpikir yang kompleks dan abstrak, belajar dengan cepat, serta memiliki kreativitas dan solusi yang orisinal.Anak gifted juga dapat mudah bosan ketika kurang mendapatkan tantangan. Dalam kondisi seperti ini, anak bisa tampak kurang memerhatikan atau sukar memerhatikan, terutama ketika mengerjakan tugas yang monoton dan tidak menantang.Namun, Verauli menekankan bahwa istilah “gangguan perhatian” tidak tepat digunakan sebagai ciri giftedness.“Anak gifted membutuhkan pengayaan atau diferensiasi pembelajaran, bukan terapi ADHD,” ujarnya.Bagaimana dengan ADHD?Ilustrasi anak dengan kondisi ADHD Foto: ShutterstockSementara itu, pada ADHD, yang perlu diperhatikan adalah adanya gejala inti. Anak dapat mengalami kesulitan mempertahankan perhatian yang menetap, hiperaktivitas dan/atau impulsivitas, serta kesulitan dalam regulasi fungsi eksekutif.Kesulitan tersebut dapat terlihat ketika anak sulit memulai, mengatur, mempertahankan, hingga menyelesaikan tugas. Masalah organisasi dan pengelolaan tugas juga dapat muncul.Selain melihat jenis gejalanya, penilaian ADHD juga perlu mempertimbangkan apakah gejala muncul di lebih dari satu situasi dan memberikan dampak bermakna pada fungsi akademik, sosial, keluarga, atau kehidupan anak lainnya.Jadi, anak yang tampak mudah bosan, banyak bicara, atau sulit diam tidak bisa langsung dikategorikan sebagai ADHD. Pada anak gifted, perilaku tersebut bisa muncul dalam konteks tertentu, misalnya ketika anak kurang mendapatkan tantangan.Perbedaan karakteristik dan dampaknya pada kehidupan sehari-hari perlu dilihat lebih menyeluruh untuk memahami kebutuhan masing-masing anak.