Wall Street Menguat, Nasdaq Cetak Rekor Terdorong Saham AI

Wait 5 sec.

Ilustrasi Nasdaq. Foto: JHVEPhoto/ShutterstockWall Street menguat pada perdagangan Senin (21/9). Indeks Nasdaq Composite mencetak rekor penutupan tertinggi sejak 2 Juni, didorong lonjakan saham teknologi dan perusahaan semikonduktor, terutama yang terkait dengan pengembangan kecerdasan buatan (AI).Mengutip Reuters pada Selasa (22/9), Nasdaq naik 2,26 persen menjadi 27.122,09. Indeks S&P 500 juga menguat 1,49 persen ke level 7.764,70, sedangkan Dow Jones Industrial Average naik 0,71 persen menjadi 52.048,83.Saham Intel melonjak 12,2 persen, sementara Arm Holdings naik 17 persen dan indeks saham semikonduktor PHLX (SOX) hingga 4,3 persen.Saham Advanced Micro Devices (AMD) juga naik sekitar 10 persen. Kenaikan tersebut membuat kapitalisasi pasar AMD untuk pertama kalinya menembus USD 1 triliun.Kinerja saham teknologi menunjukkan investor kembali optimistis terhadap prospek belanja AI. Sentimen tersebut muncul meski dalam sepekan terakhir sempat ada kekhawatiran terkait keamanan dan risiko teknologi AI yang memicu aksi jual saham teknologi secara global.Selain saham teknologi, sentimen positif di pasar juga didukung oleh penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan harga minyak. Imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun turun di bawah level 5 persen.Sementara itu, harga minyak mentah Brent turun di bawah USD 100 per barel ke level terendah sejak 9 September, sebelum akhirnya ditutup pada USD 100,34 per barel. Penurunan harga minyak terjadi di tengah spekulasi adanya perkembangan positif dalam pembicaraan mengenai konflik di Timur Tengah pada pertemuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pekan ini. Presiden AS Donald Trump menyatakan kesediaannya untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam agenda tersebut.Penurunan harga minyak menjadi perhatian investor karena harga energi yang lebih rendah dapat mengurangi tekanan inflasi. Kondisi tersebut juga berpotensi memberikan ruang bagi pasar saham, terutama ketika investor masih mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral AS."Pasar selama ini mengikuti pergerakan harga minyak dan imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun. Keduanya kini berubah dari tekanan menjadi pendorong bagi pasar, setidaknya dalam jangka pendek," kata Chief Market Strategist B. Riley Wealth Art Hogan.Sementara, saham Meta Platforms melonjak 11,4 persen setelah Wells Fargo menaikkan target harga saham perusahaan tersebut. Kenaikan itu terjadi setelah Meta meluncurkan Muse, asisten berbasis AI yang menjadi salah satu fokus pengembangan teknologi perusahaan.Dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500, delapan sektor mencatat kenaikan. Sektor komunikasi menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 4,16 persen, disusul sektor teknologi informasi yang naik 2,4 persen.Secara keseluruhan, volume perdagangan saham AS mencapai sekitar 16,5 miliar saham. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata 20 sesi perdagangan sebelumnya yang berada di sekitar 16,2 miliar saham.