Mitsubishi Galant ST (Galant Hiu). Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanMitsubishi Galant masih menjadi salah satu sedan Jepang lawas yang banyak dipertahankan pemiliknya. Mobil yang diproduksi pada era 1990-an hingga awal 2000-an tersebut dikenal memiliki karakter berkendara proper untuk digunakan sebagai mobil harian.Seiring usia kendaraan yang semakin bertambah, sejumlah komponen Galant mulai mengalami masalah. Penyakit yang muncul juga berbeda antara Galant seri ketujuh atau yang dikenal sebagai Galant Lele dengan Galant ST sebagai Galant Hiu.Zaenal, pemilik bengkel Galant Auto Parts, mengatakan bahwa Galant Lele lansiran 1993 hingga 1997 memiliki titik rawan pada sistem elektronik. Masalah tersebut berkaitan dengan posisi Electronic Control Unit (ECU) yang berada persis di bawah evaporator AC.Mitsubishi Galant generasi ketujuh alias Galant Lele. Foto: Dok. Car and Driver “Kalau AC-nya dingin, evaporator itu menetes dan kena ECU. Jangan sampai salah artikan, ECU Galant ST atau Galant Hiu itu justru lebih bandel daripada Galant Lele,” kata Zaenal saat ditemui kumparan di Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (15/9).Adapun, Galant Lele juga memiliki sejumlah sistem elektrikal yang perlu diperhatikan, mulai dari sensor camshaft, crankshaft, power transistor, hingga coil. Menurut Zaenal, pemeriksaan komponen tersebut harus menggunakan mesin scanner khusus.Pindah ke Galant Hiu atau yang juga disebut Galant ST, keluhan yang masuk berubah total. Zaenal bilang mobil kelahiran tahun 1998 sampai 2005 ini paling sering bermasalah di sistem bahan bakar dan pengapian.Gejalanya mudah dikenali dari konsumsi bensin yang tiba-tiba melonjak. Konsumsi normal di angka 1:12 bisa anjlok ke 1:5 saat injektornya sudah tersumbat.Mesin kalibrasi injektor di bengkel Galant Auto Parts, Cibubur, Jakarta Timur. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan“Kebanyakan injektornya yang bermasalah, makanya jadi boros 1:5 atau 1:6. Setelah dikalibrasi bisa balik lagi ke 1:12. Setelah injektor, yang sering kena itu delco, karena pengapiannya satu. Jadi dari busi dan kabel busi semuanya bermuara ke delco atau coil. Galant Hiu itu-itu saja penyakitnya,” ujar Zaenal.Di luar dua penyakit khas tersebut, Zaenal menyebut sistem pendingin juga menjadi bagian yang perlu diperiksa saat membeli Galant bekas. Dari pengalamannya, cukup banyak unit yang baru dibeli konsumen masih menggunakan air biasa sebagai pengganti coolant. Hal ini menyebabkan pipa besi di sistem radiator lebih mudah berkarat dan mengalami kebocoran yang dapat berujung pada overheat."Rata-rata kalau rawatan sini (bengkelnya) datang hanya untuk tune up dan kalibrasi saja. Kalau yang belum pernah ke sini keluhannya banyak, misalnya beli Galant Bekas dibawah Rp 50 juta, itu perbaikannya saja bisa Rp 10 juta. Biasanya perbaikan kaki-kaki dan mesin," tutupnya.