Melihat Transport Hub, Bangunan Mixed-Use di Pusat Jakarta, Halte-Hotel Bersatu

Wait 5 sec.

Gedung Transport Hub Dukuh Atas. Foto: Dok. MRT JakartaHanya satu menit berjalan kaki dari Stasiun KRL Sudirman, 5 menit dari Stasiun MRT Dukuh Atas, 6 menit dari Stasiun KA Bandara BNI City, dan 13 menit dari Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas. Sebuah bangunan 12 lantai berdiri, tepatnya di Jalan Ps Blora No. 24. Bukan bangunan biasa, ini adalah gedung serba ada, namanya Transport Hub.Transport Hub adalah properti yang dibangun dan dikelola oleh PT MRT Jakarta. Kini, usai diresmikan pada 7 Mei 2025 lalu, Transport Hub jadi penopang Dukuh Atas sebagai kawasan berorientasi transit paling sibuk di Jakarta.Suasana Gedung Transport Hub Dukuh Atas. Foto: Sifa Maulida/kumparanLantai paling bawah bangunan ini difungsikan sebagai Halte Transjakarta Rute 1B dari Stasiun Palmerah-Transport Hub. Ada juga shuttle layanan travel antarkota yang membuka markas di lantai ini. Kemudian di lantai 1-4 ada gym, foodcourt, dan minimarket. Sementara di lantai 5-8 merupakan kampus dan perkantoran.Naik lagi ke lantai 9-12 adalah area hotel, lengkap dengan rooftop bar yang menyajikan pemandangan pusat Kota Jakarta.“Fokus kami adalah memastikan perjalanan masyarakat tidak terhenti ketika mereka keluar dari stasiun. Jadi masyarakat harus dapat melanjutkan perjalanan dengan nyaman, bahkan bisa stop dulu melakukan berbagai aktivitas,” kata Kepala Divisi Property Management MRT Jakarta Iqbal Bimo Arifianto pada Kamis (24/9).Pemandangan dari rooftop Gedung Transport Hub Dukuh Atas. Foto: Sifa Maulida/kumparanIqbal menceritakan bahwa dulunya, lahan di mana Transport Hub berdiri ini adalah Pasar Blora. Kini, Transport Hub sudah jadi mixed-use building yang bisa jadi salah satu tujuan warga beraktivitas. Iqbal menyebut bahwa pengunjung harian Transport Hub per September 2026 mencapai 2.755 orang, naik 22% sejak Q1 tahun yang sama. Sementara tenant foodcourt, saat ini sudah terisi penuh 100%, dan tenant gedung keseluruhan sudah terisi 88,8%. “Nah ini memang bagaimana tidak hanya sebuah gedung mixed-use dikelola untuk komersil, tapi juga bagaimana masyarakat bisa menggunakan gedung ini dengan baik,” kata Iqbal.Iqbal Bimo Arifianto, Kepala Divisi Property Management MRT Jakarta. Foto: Sifa Maulida/kumparanBeda Karakter dengan Blok MSelain Transport Hub, MRT Jakarta juga mengelola satu kawasan TOD lain yang tak kalah sibuk, yakni Blok M Hub. Namun, menurut Iqbal, kedua wilayah ini memiliki karakter yang berbeda, sehingga pengelolaannya pun juga berbeda.“Kalau Blok M ada lifestyle, commercial, dan community, berbeda ketika Transport Hub ini di Dukuh Atas ternyata simpul mobilitas dan integrasi kawasannya terjadi. Sehingga tujuannya adalah bagaimana kawasan tersebut memberi experience semakin baik bagi masyarakat yaitu mobility, connectivity, dan urban activity,” katanya.