KDM Minta Pelaku Penganiayaan Pengendara di Purwakarta Diproses Hukum

Wait 5 sec.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat ditemui usai kegiatan Trophy Tour FIFA ASEAN Cup di Mall PVJ Bandung, Kamis (24/9/2026). Foto: Abisatya/kumparanGubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM, angkat bicara terkait kasus penganiayaan terhadap seorang pengendara yang videonya ramai beredar di media sosial.Dalam video tersebut, terlihat keributan antara sejumlah orang di pinggir jalan. Peristiwa itu disebut bermula ketika seorang pengendara diduga menyerempet kendaraan lain sebelum akhirnya diberhentikan dan terjadi aksi pemukulan.KDM mengingatkan bahwa kelalaian di jalan raya seharusnya tidak menjadi alasan bagi seseorang untuk melakukan kekerasan terhadap pengguna jalan lainnya.“Setiap orang mungkin pernah ada kelalaian di jalan raya, tetapi setiap kelalaian tidak mesti dibalas dengan tindakan kekerasan, pengancaman, penggunaan senjata tajam, memperlihatkan diri paling jagoan di jalan,” ujar KDM dalam keterangannya, Minggu (27/9).KDM kemudian menyampaikan apresiasi kepada Satreskrim Polres Purwakarta yang telah mengamankan pelaku penganiayaan dalam kasus tersebut.Ia meminta agar pelaku tetap diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.“Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada Satreskrim Polres Purwakarta yang sudah mengamankan pelaku penganiayaan tersebut, dan saya minta untuk diproses sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” katanya.KDM bahkan meminta kasus tersebut tidak diselesaikan melalui jalan damai. Menurutnya, tindakan kekerasan maupun pengancaman di jalan raya tidak seharusnya berulang kali berakhir hanya dengan permintaan maaf.“Jangan dibawa untuk berdamai, karena selalu kebiasaan kita di jalan adalah tindakan arogan, penganiayaan, pengancaman, sering kali hanya diselesaikan dengan klarifikasi, perdamaian, dan minta maaf,” ucapnya.Polisi Masih Telusuri Awal KejadianSementara itu, Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara mengatakan, penanganan kasus tersebut saat ini masih dilakukan oleh Unit Reskrim.Menurutnya, polisi masih mendalami rangkaian kejadian untuk mengetahui penyebab awal hingga terjadinya keributan dan dugaan penganiayaan tersebut. Ia mengatakan penyidik masih berupaya merunut kejadian sejak awal.“Sementara masih penanganan unit reskrim, kami masih merunut kejadian penyebab awal,” ujar I Made saat dikonfirmasi, Minggu (27/9).Terkait pihak yang telah diamankan, I Made menyebut sementara ini baru terdapat satu orang yang diketahui berada dalam video tersebut.“Sementara masih 1 orang (diamankan) yang ada di video,” ucapnya.Sementara itu, KDM juga menyampaikan keinginannya untuk bertemu dengan korban. Ia mengaku prihatin atas kejadian yang dialami korban.“Saya ucapkan terima kasih dan mohon pada korban, barangkali alamatnya di mana, saya ingin bertemu. Karena saya cukup prihatin terhadap hal yang dialami oleh korban. Terima kasih,” tuturnya.