Hujan Abu Vulkanik Guyur Bukittinggi dan Agam Imbas Erupsi Gunung Marapi

Wait 5 sec.

Gunung Marapi kembali meluncurkan awan panas guguran pada Sabtu (26/9/2026) malam. Foto: Instagram/ @bpbdtanahdatarGunung Marapi di Sumatera Barat kembali erupsi pada Sabtu (26/9) malam. Hujan abu berdampak hingga ke Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam bagian timur."Jalanan berkabut dan tertutup abu, jelas sekali seperti tumpukan pasir tipis membuat sesak bernapas," kata warga Bukittinggi, Pakiah Farid (38), dikutip dari Antara, Minggu (27/9).Warga Bukittinggi lainnya melalui unggahan di Instagram membagikan momen nonton konser sambil dihujani abu vulkanik. Abu berjatuhan ke kepala hingga baju."Sekitar pukul 22.57 WIB tiba tiba hujan abu dari erupsi Gunung Marapi," kata Pia kepada kumparan.Berdasarkan informasi Pos Pengamat Gunungapi (PGA) Marapi, erupsi terjadi dengan amplitudo maksimum 30 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 19 detik. Tinggi kolom abu tidak dapat diamati karena letusan berlangsung pada malam hari.Erupsi tersebut juga disertai dentuman dan gemuruh yang mengejutkan warga di sejumlah daerah.Erupsi yang terjadi pada pukul 21.40 malam hari itu juga memunculkan lava pijar yang terekam kamera pengawas (CCTV).Gunung Marapi kembali meluncurkan awan panas guguran pada Sabtu (26/9/2026) malam. Foto: Instagram/ @bpbdtanahdatarHingga Sabtu malam, Gunung Marapi yang memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut masih berstatus Level II (Waspada).Petugas Pos Pengamat Gunungapi (PGA) Marapi di Bukittinggi, Bilal Alegro, mengimbau masyarakat, pendaki, dan wisatawan agar tidak memasuki wilayah dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi atau Kawah Verbeek."Masyarakat yang bermukim di sepanjang lembah dan aliran sungai berhulu di Gunung Marapi juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar, terutama saat musim hujan," katanya.Apabila terjadi hujan abu, masyarakat diimbau menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan saluran pernapasan, melindungi mata dan kulit, mengamankan sumber air bersih, serta membersihkan timbunan abu di atap rumah agar tidak menimbulkan beban berlebih."Masyarakat juga diminta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya," kata Bilal.