Menteri Keuangan Suahasil Nazara memberikan keterangan pers terkait pelunasan utang obligasi BLBI usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/9/2026). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTOMenteri Keuangan Suahasil Nazara membidik pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen pada 2027. Untuk mencapai target tersebut, investasi dinilai perlu tumbuh sekitar 7 persen, atau bahkan lebih tinggi.Suahasil mengatakan target tersebut menjadi pekerjaan rumah besar yang membutuhkan kerja sama berbagai pihak dalam mendorong perekonomian nasional.“Ini menjadi PR yang sangat besar. Karena itu kemudian berbagai macam elemen di dalam pembangunan kita harus bersinergi, harus bekerja sama,” kata Suahasil dalam Antara Business Forum 2026 di Jakarta, Rabu (23/9).Suahasil menjelaskan salah satu peran penting pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi adalah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APABN). APBN, kata dia, harus terus berfungsi sebagai fiscal enabler atau pendorong perekonomian.Ia menjelaskan, belanja negara perlu diarahkan pada sektor-sektor yang dapat memberikan dampak terhadap perekonomian.“Kalau kita belanja, kita memiliki belanja yang seperti titik refleksi tadi, titik akupunktur tadi. Kalau kita melakukan pajak, memungut pajak, pajak itu kita pungut dari yang betul-betul menghasilkan,” ujarnya.Di sisi lain, pemerintah juga dapat memberikan insentif pajak untuk mendorong kegiatan ekonomi dan investasi. Suahasil menekankan, pemberian insentif tersebut perlu diarahkan pada sektor atau kegiatan yang memberikan manfaat bagi perekonomian.“Nanti saya akan menyampaikan di bagian akhir adanya insentif pajak. APBN juga bisa memberikan insentif pajak dan idealnya insentif pajak diberikan di titik-titik yang juga sangat-sangat bermanfaat untuk perekonomian,” jelasnya.Selain APBN, Suahasil menyebut pemerintah memiliki instrumen lain untuk mendorong investasi, yakni melalui Danantara. Lembaga tersebut diharapkan dapat menjadi investment booster sekaligus investment catalyst untuk mempercepat pertumbuhan investasi.Menurutnya, keberadaan Danantara diharapkan dapat mengkolaborasi kemampuan negara melalui badan usaha milik negara (BUMN) dengan peran sektor swasta. Dengan demikian, investasi diharapkan dapat tumbuh lebih cepat dan ikut menopang pencapaian target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027.“Sekarang kita bekerja, kita mengharapkan investasi akan tumbuh lebih cepat karena memang ada institusi yang mendorong, institusi yang mengkombinasikan kemampuan negara melalui badan usaha milik negara dengan peran serta dari swasta,” ujarnya.