Membangun Imunitas Anak Ternyata Perlu Dilakukan Sejak Dini, Ini Kuncinya!

Wait 5 sec.

Hal yang perlu diperhatikan untuk membangun imunitas anak sejak dini. Foto: ShutterstockBanyak orang tua menganggap anak yang jarang sakit berarti memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Sebaliknya, anak yang sering sakit memiliki imunitas lemah.Padahal anggapan itu tidak selalu tepat, Moms! Menurut studi Immune System: Development and Acquisition of Immunological Competence dari Universitas Federal São Paulo (2020), sistem kekebalan tubuh anak masih mengalami proses pematangan hingga ia berusia 8 tahun.Selama proses tersebut, anak akan terpapar berbagai patogen yang belum dikenali tubuh. Sistem imun kemudian merespons untuk melawannya, yang dapat menimbulkan gejala seperti demam, pilek, atau batuk. Seiring bertambahnya usia dan paparan berulang, sistem imun pun membangun memori sehingga tubuh dapat mengenali patogen tertentu dengan lebih cepat.“Imunitas itu terus berkembang dan aktif. Ketika bertemu hal-hal yang buruk untuk tubuh, semakin lama sistem imun tubuh akan mengenalinya. Namun agar imunitas berkembang dengan baik, dia perlu berbagai macam bantuan, mulai dari nutrisi hingga imunisasi,” terang Dokter Spesialis Anak dan Ahli Neurologi, dr. Ivan Riyanto Widjaja, Sp.A(K).Selain itu, salah satu bagian penting yang membentuk perkembangan sistem imun anak adalah mikrobioma, yaitu kumpulan mikroorganisme yang hidup di dalam dan di permukaan tubuh, terutama di saluran pencernaan.dr. Ivan menambahkan, sejak awal kehidupan anak, mikrobioma sudah berinteraksi dengan sistem imun dan turut mendukung proses pematangan serta pengaturan respons pertahanan tubuh.“Mikrobioma itu kumpulan kuman-kuman yang ada di alam. Kuman itu kan ada dua, yaitu yang berbahaya dan berteman dengan kita. Jadi di permukaan kulit hingga di dalam usus kita terdapat kuman baik yang bisa membantu tubuh melawan kuman-kuman jahat yang masuk ke tubuh,” ungkapnya.Peran mikrobioma tidak hanya berkaitan dengan kemampuan tubuh dalam melawan penyakit, tetapi juga mendukung berbagai proses penting, termasuk pertumbuhan dan perkembangan anak.“Kuman yang baik juga dapat menghasilkan berbagai zat yang bermanfaat bagi tubuh, misalnya asam amino esensial yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak,” tambah dr. Ivan.Cara Mendukung Imunitas Anak dengan Jaga Kesehatan Pencernaan Sejak DiniHal yang perlu diperhatikan untuk membangun imunitas anak sejak dini. Foto: ShutterstockFondasi imunitas anak yang baik tidak terbentuk secara instan, Moms! Salah satu bagian penting yang turut mendukung perkembangan sistem imun adalah menjaga kesehatan saluran pencernaan sejak dini.Sebab, hampir 70 persen dari seluruh sistem imun tubuh ditemukan pada sistem pencernaan, tepatnya pada bagian lamina propria. Selain itu, lamina propria juga memegang peranan penting dalam memproduksi 80 persen sel plasma antibodi bagi tubuh.“Sistem imun paling banyak, 60-70 persen ada di usus dan semuanya diatur oleh mikrobiota. Triliunan mikrobiota yang tinggal di usus sibuk mempengaruhi lingkungan usus. Itu yang sebenarnya membuat usus menjadi organ imunitas terbesar di tubuh manusia,” terang dr. Ivan.Komposisi mikroorganisme yang seimbang juga membantu menjaga fungsi lapisan pelindung usus serta mendukung respons sistem imun terhadap berbagai zat yang masuk ke dalam tubuh. Oleh karena itu, masa awal kehidupan menjadi periode penting agar tubuh anak dapat terus belajar beradaptasi dengan lingkungan sekaligus membangun komposisi mikrobioma yang semakin beragam.Lalu, apa saja yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu membangun sistem imun si kecil agar berkembang secara optimal?1. Penuhi Kebutuhan Nutrisi AnakAsupan nutrisi yang beragam dan seimbang menjadi salah satu kunci penting untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil. Pastikan anak mendapatkan berbagai zat gizi yang dibutuhkan melalui pola makan harian yang bervariasi dan sesuai dengan usianya.Orang tua dapat melengkapi menu anak dengan beragam sumber makanan, mulai dari protein, karbohidrat, lemak sehat, hingga vitamin dan mineral dari buah serta sayuran. Pastikan makanan yang diberikan tetap disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan anak, ya, Moms!2. Pastikan Anak Cukup TidurTidur cukup tidak hanya penting untuk tumbuh kembang anak, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan sistem imun dan pencernaan.Studi berjudul Sleep and the Gut Microbiota in Preschool-aged Children dari University of Calgary, Kanada (2022), menemukan bahwa anak yang memiliki durasi tidur malam lebih panjang menunjukkan komposisi mikrobiota yang lebih banyak dibandingkan anak dengan durasi tidur lebih pendek. Beberapa jenis bakteri, termasuk Bifidobacterium, juga ditemukan dalam jumlah lebih tinggi pada kelompok dengan durasi tidur yang lebih panjang.3. Ajak Anak Aktif BergerakMengajak anak bermain dan beraktivitas di luar ruangan memberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan berbagai mikroorganisme di lingkungan alaminya. Keanekaragaman paparan mikroorganisme tersebut turut mendukung perkembangan dan keseimbangan sistem imun anak.Meski begitu, kebersihan tetap perlu diperhatikan, Moms. Pastikan anak mencuci tangan dengan sabun setelah bermain di luar, terutama sebelum makan dan setelah menggunakan toilet.4. Dukung Kesehatan Pencernaan dengan SinbiotikSinbiotik merupakan kombinasi probiotik dan prebiotik yang bekerja bersama untuk mendukung kesehatan mikrobiota di saluran pencernaan. Kombinasi keduanya dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota di dalam usus, yang pada akhirnya turut mendukung kesehatan pencernaan dan fungsi sistem imun.Penelitian dari Department of Behavioral Health and Nutrition, Universitas Delaware, Amerika Serikat, juga menunjukkan bahwa pemberian sinbiotik dapat meningkatkan kadar bakteri tertentu seperti Bifidobacterium di dalam usus.Sumber prebiotik dapat diperoleh dari makanan sehari-hari, seperti pisang, bawang, oat, serta berbagai buah dan sayuran yang kaya serat. Sementara itu, sumber probiotik juga dapat ditemukan dalam sejumlah makanan fermentasi yang mengandung kultur hidup, seperti yoghurt.Namun, jika kebutuhan tersebut belum cukup terpenuhi melalui makanan sehari-hari, susu pertumbuhan yang mengandung sinbiotik dapat menjadi salah satu pilihan untuk melengkapi asupan nutrisi anak.Saat memilih susu pertumbuhan untuk si Kecil, Anda perlu memperhatikan kandungan sinbiotik serta nutrisi lainnya agar sesuai dengan kebutuhan anak. Pastikan produk yang dipilih memiliki kandungan yang dapat mendukung tumbuh kembang si Kecil.Selain itu, pilih produk dengan informasi kandungan dan izin edar yang jelas. Jika masih ragu menentukan pilihan yang tepat sesuai kondisi anak, Moms dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak, ya!