Wall Street Ditutup Bervariasi, Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi

Wait 5 sec.

Pekerja melihat pergerakan saham dari layar monitor di Wall Street di New York City. Foto: Eisele / AFPIndeks Saham Amerika Serikat (AS) Wall Street berakhir bervariasi pada perdagangan Selasa (22/9). Indeks Nasdaq Composite mencatat rekor penutupan tertinggi baru setelah menguat 0,45 persen menjadi 21.244,28.Kenaikan Nasdaq didorong oleh penguatan saham perusahaan semikonduktor dan teknologi yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI), terutama Micron Technology dan Sandisk.Mengutip Reuters pada Rabu (23/9), indeks S&P 500 bergerak tipis di level 7.764,64, atau kurang dari 0,5 persen di bawah rekor penutupan tertingginya pada 13 Agustus. Indeks Dow Jones Industrial Average justru melemah 0,36 persen ke 51.863,69.Sementara, saham Micron (MU.O) melonjak 5 persen dan Sandisk (SNDK.O) naik hampir 7 persen. Penguatan saham chip melanjutkan tren kenaikan dalam beberapa waktu terakhir seiring meningkatnya minat investor terhadap sektor AI.Namun, sejumlah saham perusahaan perangkat lunak yang berkaitan dengan konsumen justru tertekan. Investor mencermati respons pasar terhadap asisten AI milik Meta Platforms yang diluncurkan bulan ini.Asisten AI tersebut dapat melakukan sejumlah aktivitas atas nama pengguna, termasuk mengirim email dan menyelesaikan transaksi. Perkembangan ini memunculkan kekhawatiran bahwa teknologi AI dapat bersaing langsung dengan perusahaan ritel, broker online, hingga layanan konsumen lainnya.Kekhawatiran tersebut menekan sejumlah saham perusahaan berbasis konsumen. Saham layanan transportasi online Uber Technologies (UBER.N) dan Lyft (LYFT.O) masing-masing turun lebih dari 1 persen. Sementara Charles Schwab (SCHW) turun 6,1 persen dan Airbnb (ABNB.O) melemah 3 persen.Dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500, 6 sektor ditutup melemah. Sektor keuangan menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 1,68 persen, disusul sektor jasa komunikasi yang turun 0,8 persen. Saham JPMorgan Chase dan Wells Fargo masing-masing turun lebih dari 3 persen.Ilustrasi Nasdaq. Foto: Shutterstock AI/ShutterstockAdapun aktivitas perdagangan di bursa AS tercatat sebanyak 17,9 miliar saham. angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata 16,3 miliar saham dalam 20 sesi perdagangan sebelumnya.Di indeks S&P 500, jumlah saham yang menguat dan melemah relatif berimbang. Indeks tersebut mencatat sembilan saham yang mencapai level tertinggi baru dan 16 saham yang mencatat level terendah baru. Sementara di Nasdaq, terdapat 48 saham yang mencatat level tertinggi baru dan 110 saham mencapai level terendah baru.Adapun aktivitas perdagangan di bursa AS tergolong tinggi. Sebanyak 17,9 miliar saham diperdagangkan, dibandingkan rata-rata 16,3 miliar saham dalam 20 sesi perdagangan sebelumnya.Di indeks S&P 500, jumlah saham yang menguat dan melemah relatif berimbang. Indeks tersebut mencatat sembilan saham yang mencapai level tertinggi baru dan 16 saham yang mencatat level terendah baru. Sementara di Nasdaq, terdapat 48 saham yang mencatat level tertinggi baru dan 110 saham mencapai level terendah baru.