Petugas berupaya memadamkan api saat kebakaran permukiman di kawasan Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa (22/9/2026). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO Kemacetan mengular di Jalan Iskandar Muda menuju Stasiun Kebayoran, Jakarta Selatan. Di tengah padatnya kendaraan, garis polisi terlihat melintang di depan deretan rumah yang hangus terbakar tak jauh dari lampu merah.Garis polisi dipasang di sejumlah titik di depan rumah yang terdampak. Di baliknya, rumah-rumah yang sebelumnya menjadi tempat warga beraktivitas kini berubah menjadi puing. Dinding menghitam, bagian bangunan gosong, sementara sejumlah sisa benda yang terbakar tampak berserakan.Di salah satu sisi lokasi, seorang pria duduk memandangi area rumah yang terbakar. Dia adalah Andri (34), warga yang rumah orang tuanya ikut terdampak kebakaran. Andri mengaku saat kejadian sedang datang untuk menjenguk orang tuanya yang sudah lanjut usia."Semalam jam 8-an," kata Andri saat ditemui di lokasi, Rabu (23/9).Petugas berupaya memadamkan api saat kebakaran permukiman di kawasan Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa (22/9/2026). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO Andri mengatakan, dirinya memang sedang berada di rumah orang tuanya ketika api mulai terlihat. Dia mengaku sempat melihat api yang awalnya berada di bagian depan, kemudian dengan cepat membesar dan merambat ke bagian lain."Iya pas lagi nengokin. Orangtua udah sepuh kan. Eh liat api tiba-tiba udah gede," ujarnya."Awalnya dari depan tuh, kaga lama udah nyampe tengah," lanjut Andri.Rumah orang tua Andri ikut terdampak dalam kebakaran tersebut. Dia mengaku terpukul melihat kondisi rumah keluarganya setelah kejadian."Itu kena. Lati stress ini saya juga," katanya.Warga terdampak kebakaran Kebayoran Lama, Roni (45) saat ditemui di lokasi, Rabu (23/9/2026). Foto: Zamachsyari/kumparanDi sisi lain lokasi, seorang pria terlihat berjalan mengitari puing-puing bangunan yang terbakar. Pria itu adalah Roni (45), salah satu warga yang rumahnya ikut habis dilalap api.Roni mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 20.15 WIB. Menurut cerita yang dia terima dari warga, api diduga bermula dari rumah seorang penghuni kontrakan di bagian depan."Sekitar jam 8 lewat seperempat, Pak," kata Roni."Dari arah depan," ujarnya.Roni menuturkan, berdasarkan cerita yang beredar di lokasi, api diduga bermula ketika seorang penghuni kontrakan memasak air menggunakan teko elektrik. Penghuni tersebut kemudian meninggalkan kamar untuk mandi dalam kondisi pintu terkunci."Penyebabnya itu orang ngontrak, katanya sih dia masak air pakai teko elektrik, ya kan. Terus sama dia ditinggal mandi ke bawah, kamarnya dikunci katanya. Ceritanya begitu," tutur Roni.Suasana usai kebakaran di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (23/9/2026). Foto: Zamachsyari/kumparanSaat warga menyadari adanya kebakaran, api disebut sudah membesar dan asap mengepul dari bagian atas bangunan. Upaya membuka pintu rumah tersebut juga sempat mengalami kesulitan karena terkunci."Pas kejadian sekitar di bawah tuh orang-orang lagi pada ngumpul tuh, api udah udah udah di atas tuh, udah asap udah ngebul, ya kan. Nah, begitu dia naik, agak kesulitan juga untuk ngedobrak karena posisi pintu kan terkunci," katanya.Setelah pintu berhasil dibuka, kondisi api sudah membesar. Kobaran kemudian merembet ke bangunan lain di sekitarnya."Nah, setelah pintu kebuka itu api udah udah di atas, udah muter-muter, udah gede lah. Terus nyebrang kemari. Meskipun hujan, cuman angin lumayan agak kencang juga, jadi ya namanya di sini rumah kertas ya, mudah terbakar. Ya akhirnya ya merembet sampai rumah saya juga habis," ujar Roni.Kebakaran rumah di Jalan Teuku Nyak Arif, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Selasa (22/9) malam, berhasil dipadamkan. Foto: Dok. IstimewaMenurut Roni, sekitar 25 rumah terbakar dalam peristiwa tersebut. Rumah miliknya yang berada di bagian belakang juga tidak luput dari kobaran api."Itu rumah saya belakang, habis," katanya.Meski kebakaran menghanguskan sejumlah rumah warga, Roni menyebut tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut."Untuk nggak...untuk korban alhamdulillah sih enggak ada. Aman," ujarnya.Kini, Roni dan warga terdampak lainnya harus meninggalkan rumah mereka untuk sementara waktu. Dia mengatakan warga akan menempati tenda pengungsian sambil menunggu kondisi lebih lanjut."Ya untuk sementara ini ya kita mungkin di tenda pengungsian," kata Roni.Sebanyak 150 orang warga terdampak kebakaran di kawasan ini. Kerugian akibat insiden ini mencapai sekitar Rp 2,1 miliar.