Ilustrasi pabrik tekstil. Foto: ShutterstockMenko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan akan ada beberapa insentif pajak khusus untuk industri tekstil dan produk tekstil (TPT) serta garmen, mulai dari pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan restitusi pajak.Hal tersebut merupakan permintaan Presiden Prabowo Subianto saat rapat terbatas terkait industri tekstil, Selasa (22/9) kemarin. Airlangga mengatakan industri padat karya, termasuk TPT dan garmen, berkontribusi 0,97 persen terhadap PDB, menyerap 4 juta tenaga kerja dan nilai ekspornya mencapai USD 12 miliar."Bapak Presiden juga meminta agar terkait dengan PPN terutama untuk alih daya (outsourcing) itu diberikan kebijakan khusus dan juga Bapak Presiden minta agar restitusi di sektor ini juga bisa segera diselesaikan," jelas Airlangga saat Antara Business Forum 2026, Rabu (23/9).Prabowo juga memanggil Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk menertibkan impor ilegal barang-barang tekstil kiloan atau balpres. Selain itu, dia meminta ada penguatan pasok bahan baku, hingga harmonisasi tarif kebijakan hulu dan hilir.Ditemui usai acara, Airlangga menjelaskan insentif pajak yang dibahas berkaitan dengan PPN outsourcing. Sebab, kebutuhan tenaga kerja di industri TPT mengikuti permintaan ekspor yang bergerak sesuai dengan musim. Dia menyebut permintaan tekstil dari luar negeri saat musim panas, gugur, maupun dingin berbeda-beda."Sehingga pada saat volume tidak sama itu ada outsourcing. Nah, pada saat dia berproses sebagian outsourcing, itu lagi dibahas supaya PPN-nya mendapatkan fasilitas," jelas Airlangga.Kendati demikian, Airlangga tidak menjelaskan dengan rinci bentuk insentif PPN tersebut. Dia hanya menyebutkan salah satunya bisa berupa pembebasan pajak dan kemudahan restitusi pajak."Salah satunya (pembebasan). Terus juga kan sekarang kalau yang berorientasi ekspor biasanya minta restitusi. Nah, restitusi ini diminta supaya prosesnya tidak terlalu lama," ungkapnya.Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti rapat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/5/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTODia berharap kebijakan itu bisa segera diimplementasi setidaknya pada tahun ini. Saat ini, pembahasan masih berlangsung bersama Kementerian Keuangan."Hasilnya ya tadi kita masih kaji dalam waktu dekat, beberapa industri diberi kemudahan seperti arahan Pak Presiden. Harapannya tahun ini," tandas Airlangga.Sebelumnya, CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, diminta Prabowo untuk menugaskan bank BUMN atau Himbara memberikan pinjaman kepada industri tekstil. Pinjaman tersebut nantinya ditujukan untuk perbaikan mesin-mesin yang selama ini sudah cukup berusia.“Pertama dari segi perbankan, perbankan memang dulunya dilihat sebagai sunset industry (tekstil) nah itu juga untuk kembali, dikembalikan agar Bank Himbara dan juga bank nasional lainnya memberikan pinjaman, terutama dalam rangka perbaikan mesin-mesin yang sudah eh cukup tua,” kata Rosan di Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa (22/9).Di samping itu, Rosan menjelaskan dukungan lain yang dapat membantu industri tekstil adalah tax holiday. Hal itulah yang saat ini sedang dibicarakan.“Nah ini untuk tekstil akan di-consider untuk diberikan kembali tax holiday. Ya itu salah satunya,” kata Rosan.