Ketua Komisi I DPR Utut Adianto (kiri) bersama Wakil Ketua Komisi I Dave Akbarshah Fikarno Laksono (kanan) memimpin rapat kerja dengan pemerintah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTOKomisi I DPR telah menyelesaikan rangkaian uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test terhadap 25 calon Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Dubes LBBP) RI untuk negara sahabat dan organisasi internasional.Hasil uji kelayakan tersebut akan dilaporkan kepada pimpinan DPR untuk selanjutnya diteruskan kepada Presiden.Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono mengatakan seluruh calon dubes telah menyampaikan program kerja dalam proses fit and proper test yang berlangsung selama dua hari, yakni Selasa (22/9) hingga Rabu (23/9).“Putusannya sudah kita (rampungkan). Kita sudah mendengar program kerja yang disampaikan oleh masing-masing calon dubes yang tadi diajukan oleh pemerintah. Hasilnya sudah kita sepakati untuk kita lanjutkan ke tahap selanjutnya,” kata Dave kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9).Dave mengatakan Komisi I telah merangkum hasil uji kepatutan dan kelayakan tersebut. Hasil itu akan diserahkan kepada pimpinan DPR.“Yang sudah selesai, kita sudah merangkumnya dan akan kita laporkan kepada pimpinan DPR,” ujarnya.Namun, Dave belum mengungkapkan hasil secara substantif, termasuk nama-nama calon dubes yang disetujui maupun kemungkinan adanya perubahan nama.Ia menjelaskan hal tersebut karena proses fit and proper test digelar dalam rapat tertutup.“Tapi karena sifat rapat yang tadi itu tertutup, sehingga kita tidak bisa mengumumkan apa pun yang berkaitan yang lebih substantif,” kata Dave.Saat ditanya apakah seluruh 25 nama yang diajukan pemerintah disetujui atau terdapat nama pengganti, Dave menyerahkan pengumuman tersebut kepada pemerintah.“Nanti biar pemerintah yang mengumumkan. Siapa, bagaimana hasilnya,” tuturnya.Dave menyebut hasil dari Komisi I selanjutnya akan diteruskan kepada Presiden untuk ditindaklanjuti.“Akan diteruskan kepada Presiden untuk ditindaklanjuti,” kata Dave.Wakil Ketua Komisi I Dave Laksono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparanProses Fit and Proper TestSebelumnya, Wakil Ketua Komisi I DPR Anton Sukartono Suratto mengatakan proses fit and proper test terhadap 25 calon dubes berlangsung selama dua hari. Setelah seluruh rangkaian selesai, hasilnya akan disampaikan kepada pimpinan DPR.“Langsung selesai di pimpinan DPR, jadi kita balikin ke pimpinan DPR. Kita kan rekomendasi aja ini sifatnya,” kata Anton di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9).Anton mengatakan proses di Komisi I pada dasarnya bersifat rekomendasi. Menurutnya, 25 calon dubes yang diajukan pemerintah telah melalui proses penyaringan oleh Kementerian Luar Negeri sebelum diserahkan kepada DPR.“Pasti lolos. Iya, kan rekomendasi sifatnya,” ujarnya.Anton mengatakan pengecualian dapat terjadi apabila terdapat persoalan serius terhadap calon, termasuk laporan dari masyarakat yang dinilai perlu dipertimbangkan.Wakil Ketua Komisi I DPR Anton Sukartono Suratto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparanBerikut 25 nama calon duta besar RI yang akan mengikuti fit and proper test di Komisi I DPR:Irawan Ronodipuro (untuk Republik Rakyat Tiongkok merangkap Mongolia berkedudukan di Beijing)Baringin M.H. Panggabean (untuk Kerajaan Inggris merangkap Irlandia dan IMO berkedudukan di London).Desra Percaya (untuk Republik India merangkap Kerajaan Bhutan berkedudukan di New Delhi)Iwan Freddy Hari Susanto (untuk Kerajaan Hasyimiyah Yordania berkedudukan di Amman) R. Heru Hartanto Subolo (untuk Republik Yunani berkedudukan di Athena)Azis Nurwahyudi (untuk Republik Kolombia merangkap Antigua dan Barbuda serta Federasi Saint Kitts dan Nevis berkedudukan di Bogota)Sigit Suryantoro Widiyanto (Untuk Republik Demokratik Timor Leste berkedudukan di Dili).Albert Abdi (untuk Republik Tanzania berkedudukan di Dar Es Salam)R. Sigit Witjaksono (untuk Republik Sudan berkedudukan di Khartoum)Darianto Harsono (untuk Republik Sosialis Demokratik Srilanka erangkap Republik Maladewa berkedudukan di Kolombo)Winanto Adi (untuk negara Kuwait berkedudukan di Kuwait City)Epiphania Riris Wusananingdyah (untuk Republik Peru merangkap Republik Plurinasional Bolivia berkedudukan di Lima)Tri Tharyat (untuk Kerajaan Spanyol berkedudukan di Madrid)Josef A. Nae Soi (untuk Republik Filipina merangkap Republik Kepulauan Marshall dan Republik Palau berkedudukan di ManilaBagus Hendraning Kobarsyih (untuk Republik Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan berkedudukan di Astana)Achsanul Habib (untuk Kerajaan Kamboja berkedudukan di Phnom Penh)Wahyuni Refi Satya Bekti (untuk Kerajaan Bahrain berkedudukan di Manama)Ayodhia Gehak Lakunamang Kalake (untuk Republik Afrika Selatan merangkap Republik BotswanaLintang Total Paramitasari Parnohadiningrat (untuk ASEAN berkedudukan di Jakarta)Zaim Al Khalis Nasution (untuk Republik Islam berkedudukan di Tehran) IranRatieh Sanggarwaty (untuk Republik Tunisia berkedudukan di TunisMohammad Iskandarsyah Derry Aman (untuk Republik Polandia berkedudukan di Warsawa)Dindin Wahyudin (untuk Selandia Baru berkedudukan di Wellington)Dewi Justicia Meidiwaty (untuk Republik Demokratik Rakyat Laos berkedudukan di Vientianne)Yulastiawarman (untuk Republik Kroasia berkedudukan di Zagreb)