Kunjungan ke site Stasiun Metering (SM) PT Pertamina Gas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara, Rabu (23/9/2026). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparanPT Pertamina Gas (Pertagas) mengungkapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara (Sumut), mulai menjadi salah satu kawasan tujuan ekspansi industri baru.Section Head Operation Stasiun Metering (SM) PT Pertamina Gas KEK Sei Mangkei, Gilang Fathurahim, mengatakan Pertagas menyalurkan sekitar 8 MMSCFD gas ke KEK Sei Mangkei."Kebetulan kita ada di kawasan Industri KEK (Sei Mangkei), Jadi gas yang kita alirkan ke KEK ini sekitar 8 MMSCFD. Ini kita ada beberapa tenant, semuanya di bawah Pertagas Niaga, anak usaha Pertagas yang bergerak di bidang niaga gas,” ujar Gilang kepada wartawan di SM PT Pertamina Gas KEK Sei Mangkei, Sumut, Rabu (23/9).Katanya, sejumlah tenant yang menggunakan gas dari Pertagas antara lain PT INL, Unilever, Allianz, APIG, SDG, Aice, dan Evyap."Itu gasnya dijual ke INL sekitar 1, kemudian ada Unilever, Allianz, APIG, SDG ini sedang berproses beroperasi, Aice dan Evyap,” kata Gilang.Gilang memperkirakan perkembangan KEK Sei Mangkei ke depan bakal diikuti masuknya lebih banyak pabrik. Kawasan tersebut dinilai memiliki peluang menjadi lokasi ekspansi bagi industri baru, terutama ketika kawasan industri di Medan semakin terbatas untuk pengembangan.Section Head Operation Stasiun Metering (SM) PT Pertamina Gas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Gilang Fathurahim (kiri), di kantornya, KEK Sei Mangkei Sumatera Utara, Rabu (23/9/2026). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan"Nantinya juga akan jadi pabrik-pabrik semua seperti kalau di Medan ada daerah KIM [Kawasan Industri Medan] yang sudah penuh pabrik-pabriknya, sepertinya sudah nggak ada tempat ekspansinya ke sini sekarang industri-industri baru,” ujar dia.KEK Sei Mangkei ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2012 pada 27 Februari 2012. Kawasan ini merupakan KEK pertama di RI yang diresmikan oleh Presiden ke-7 Joko Widodo pada 27 Januari 2015.KEK Sei Mangkei memiliki kegiatan utama berupa industri pengolahan kelapa sawit, pengolahan karet, pariwisata, dan logistik. Kawasan ini difokuskan menjadi pusat pengembangan industri kelapa sawit dan karet hilir berskala besar dan berkualitas internasional.Dengan luas lahan mencapai 2.002,7 hektare, KEK Sei Mangkei juga terbuka untuk pengembangan industri lain. Kawasan ini berada di sentra bahan baku berbasis agro dan memiliki akses ke sejumlah infrastruktur.Jarak KEK Sei Mangkei ke Jalan Lintas Sumatera sekitar 10 kilometer (km), Pelabuhan Kuala Tanjung sekitar 40 km, serta Bandara Internasional Kualanamu sekitar 110 km. KEK Sei Mangkei diproyeksikan dapat menarik total investasi hingga Rp 129 triliun dan menyerap sekitar 83.304 tenaga kerja pada 2031 mendatang.