KKP Petakan Potensi Karbon Biru di 6 Wilayah, Belitung hingga Jepara

Wait 5 sec.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Didit Herdiawan dalam acara Jalan Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Karbon Biru 2026-2045, di kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Senin (21/9/2026). Foto: Muhammad Fhandra/kumparanKementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menetapkan enam wilayah sebagai lokasi proyek karbon biru prioritas 2026. Keenam wilayah yakni Belitung Timur, Pulau Lusi Sidoarjo, TWP Timur Pulau Bintan, Padak Guar Lombok Timur, Demak, dan Jepara.Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Didit Herdiawan mengatakan proyek tersebut mencakup ekosistem mangrove dan padang lamun, serta melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga.“Kami coba masukkan beberapa wilayah yang sudah menyiapkan 6 proyek untuk karbon prioritas. Antara lain Bangka Belitung, Pulau Lusi Sidoarjo, TWP Timur Pulau Bintan, Padak Guar Lombok Timur, Demak, Jepara,” kata Didit dalam acara Jalan Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Karbon Biru 2026-2045, di kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Senin (21/9).Didit mengatakan, keenam proyek merupakan bagian dari kegiatan yang dilakukan bersama sejumlah kementerian dan lembaga, mulai dari KLH, Kementerian Kehutanan, Kementerian Pertanian, KKP, hingga Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa.Dari enam lokasi, lima proyek berada pada tingkat 3, yakni Belitung Timur, Pulau Lusi Sidoarjo, TWP Timur Pulau Bintan, Demak, dan Jepara. Sementara Padak Guar, Lombok Timur berada pada tingkat 2-3.Foto udara seorang petani rumput laut menyulam rumput laut yang dibudidayakan di zona perairan tepi Pantai Legon Cikmas, Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Minggu (30/6/2024). Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTO Belitung Timur memiliki mangrove sekitar 7.872,69 hektare dan padang lamun 1.685,61-2.114,65 hektare, dengan stok karbon indikatif 20,6-34,1 juta ton CO2e.Pulau Lusi memiliki mangrove sekitar 181,53-188 hektare, dengan baseline karbon 669.576,53 tCO2e. TWP Timur Pulau Bintan memiliki padang lamun sekitar 1.249 hektare, dengan stok karbon 437.200 tCO2e.Sementara itu, Padak Guar memiliki potensi padang lamun sekitar 246 hektare dan stok karbon 81.682,42 tCO2e. Adapun Demak dan Jepara memiliki ekosistem mangrove yang menjadi bagian dari kawasan Demak-Jepara seluas 2.236 hektare, dengan stok karbon gabungan sekitar 1,44 juta tCO2e.