Prajurit TNI memarkirkan kendaraan milik Koperasi Merah Putih 15 Ulu di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (28/8/2026). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTOMenteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menghadiri rapat koordinasi bersama Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman untuk membahas kesiapan distribusi barang bersubsidi dan komoditas strategis melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.Rapat tersebut digelar di Kantor KSP, Jakarta, Rabu (23/9). Dalam pertemuan itu, pemerintah membahas peran Kopdes Merah Putih sebagai simpul distribusi barang bersubsidi hingga tingkat desa.Ferry menyoroti tingginya biaya perdagangan disebabkan oleh panjangnya rantai pasok. Dia melihat middleman atau perantara bisa menikmati margin yang paling besar, namun dampaknya justru dirasakan oleh konsumen dengan menerima harga akhir yang tinggi.Menurut dia, daya beli masyarakat bisa tertekan, meningkatkan inflasi, dan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat maupun produsen. "Karena itu, KDKMP diharapkan dapat memotong rantai pasok yang panjang. KDKMP menjadi simpul yang menghubungkan produsen dengan masyarakat desa sehingga distribusi barang dapat dilakukan dengan lebih efisien," ujar Ferry dalam keterangannya, Kamis (24/9).Dalam skema distribusi barang bersubsidi dan komoditas strategis, Kopdes Merah Putih dapat berperan sebagai agen, distributor, subdistributor, pangkalan, mitra penyalur, maupun outlet resmi sesuai dengan ketentuan dan regulasi masing-masing komoditas.Sejumlah komoditas yang dapat disalurkan melalui Kopdes Merah Putih antara lain pupuk bersubsidi, beras SPHP, minyak goreng, bantuan pangan, cadangan pangan pemerintah, LPG 3 kilogram dan komoditas strategis lainnya sesuai penugasan pemerintah.Ferry mengatakan monitoring distribusi akan dilakukan melalui Sistem Informasi Koperasi Desa (Simkopdes). Sistem tersebut akan memuat data stok, transaksi, penerima, wilayah, dan harga sehingga distribusi dapat dipantau secara lebih terintegrasi."Skema ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan dan stabilitas harga, sekaligus menciptakan keberlanjutan usaha KDKMP," katanya.Menteri Koperasi sekaligus Sekjen Syarikat Islam (SI) Ferry Juliantono di rumah duka Rachmat Gobel, Jakarta Selatan, Jumat (10/9/2026). Foto: Widya Islamiati/kumparanSementara itu, Dudung mengatakan pemerintah terus mempercepat penyiapan dan operasionalisasi KDKMP secara tertib dan terkoordinasi. Hal tersebut diperkuat dengan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.“Perpres tersebut menjadi landasan untuk mempercepat operasional KDKMP sekaligus memastikan setiap gerai mendapatkan pasokan barang secara berkelanjutan, antara lain beras SPHP, LPG 3 kilogram, pupuk bersubsidi, Minyakita, dan kebutuhan pokok lainnya, dengan harga sesuai ketentuan serta penyaluran yang tepat sasaran,” ucapnya.Dudung juga mengusulkan pembentukan tim terpadu atau satuan tugas yang melibatkan Kementerian Koperasi, pemerintah daerah, BUMN penyalur, dan lembaga terkait. Tim tersebut akan memastikan alur pasokan, pembayaran, pengiriman, dan pengendalian stok berjalan tanpa terputus.Dalam kesempatan yang sama, Dirut Agrinas Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan semua barang bersubsidi bisa segera didistribusikan langsung melalui Kopdes Merah Putih.“Bisa kita pastikan orang yang menerima atau yang membeli. Kami siap menjalankan dan mengatasi hambatan tersebut,” ujarnya.Rapat tersebut turut dihadiri Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia/ID FOOD Ghimoyo, Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, serta jajaran pejabat kementerian/lembaga terkait.