Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan Senin (21/9/2026) dengan pelemahan 0,54% ke Rp17.838/US$, kala sebagian besar mata uang Asia menguat. Terpangkasnya harga minyak mentah Brent 2,15% ke US$101,64/barel memberi ruang penguatan bagi mayoritas mata uang kawasan. Won Korea Selatan memimpin penguatan 0,5%, disusul ringgit Malaysia, dolar Singapura, dolar Taiwan, baht Thailand, rupee India, dan yuan China. Namun sebaliknya, rupiah tertinggal dan melemah paling tajam. Kemudi...selengkapnya