Komplikasi Influenza pada Anak, Bisa Menyerang Otak?

Wait 5 sec.

Ilustrasi Anak Flu Foto: ShutterstockInfluenza pada anak umumnya dikenal sebagai infeksi yang menyerang saluran pernapasan. Namun, pada kondisi tertentu, influenza juga dapat menyebabkan komplikasi yang perlu diwaspadai orang tua.Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, SpA, Subsp. IPT(K), mengatakan komplikasi influenza paling sering berkaitan dengan saluran pernapasan dan paru-paru.“Komplikasi influenza paling sering berkaitan dengan saluran pernapasan dan paru-paru, termasuk pneumonia dan bronkopneumonia,” ujar Anggraini dalam acara webinar bersama IDAI, Jumat (15/9).Ilustrasi otak anak. Foto: ShutterstockSelain itu, dalam kasus tertentu, influenza juga dapat menyebabkan komplikasi pada organ lain, termasuk otak dan jantung.Influenza Bisa Menyebabkan Komplikasi pada Otak Anak?Anggraini menjelaskan, komplikasi neurologis akibat influenza tergolong jarang. Salah satunya adalah ensefalopati, yaitu kondisi ketika terjadi gangguan fungsi otak.Risiko komplikasi otak akibat influenza diperkirakan sekitar 0,2 persen atau sekitar 4 dari 100 ribu anak yang terkena influenza. Sebagian besar kasus tersebut berkaitan dengan influenza A.Ilustrasi anak balita mengalami infuenza atau flu. Foto: Shutter StockRisiko komplikasi berat juga dapat lebih tinggi pada anak yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid, maupun kondisi sistem kekebalan tubuh yang terganggu. Meski begitu, orang tua perlu memahami bahwa komplikasi otak akibat influenza berbeda dengan kejang demam.“Kejang demam tidak disebabkan oleh kerusakan otak dan umumnya terjadi pada anak usia di bawah 6 tahun yang mengalami demam,” tuturnya.Sementara itu, infeksi pada otak dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, mulai dari virus, bakteri, parasit, hingga jamur.Oleh karena itu, orang tua perlu memperhatikan kondisi anak saat mengalami influenza, terutama bila muncul gejala yang tidak biasa atau kondisi anak semakin memburuk.