Kemitraan Indonesia-Arab Saudi Diperkuat dalam Visi 2030

Wait 5 sec.

"Kemitraan (dua negara) itu memiliki arti penting dan khusus, mengingat Visi 2030 Kerajaan Arab Saudi, serta peluang luas yang ditawarkan (di dalamnya) untuk kerja sama dengan Indonesia," kata Dubes dalam sambutannya pada perayaan Hari Nasional ke-96 Arab Saudi di Jakarta, Rabu (23/9) malam.Faisal menilai Visi 2030 Arab Saudi membuka peluang luas bagi peningkatan kerja sama dengan Indonesia, negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia.Menurutnya, peluang tersebut dapat semakin memperkuat kepentingan bersama sekaligus membuka cakrawala baru bagi sektor swasta, perusahaan pengembang, dan investor dari kedua negara.Dubes mengatakan hubungan Saudi-Indonesia merupakan model kerja sama yang dibangun atas dasar kepercayaan, rasa hormat, dan kepentingan bersama."Ikatan historis, keagamaan, dan kemanusiaan yang menyatukan kedua negara kita membentuk landasan yang kokoh untuk kerja sama dan koordinasi lebih lanjut, melayani rakyat kita dan berkontribusi pada stabilitas dan kemakmuran di kawasan dan dunia," katanya.Ia menambahkan bahwa kerja sama bilateral Saudi-Indonesia terus menguat dalam beberapa tahun terakhir, dengan berfokus pada sektor perdagangan, investasi, energi, pariwisata, pendidikan, dan budaya, sejalan dengan potensi dan posisi strategis kedua negara sebagai anggota G20."Hal ini sejalan dengan potensi besar yang dimiliki kedua negara dan kedudukan regional serta internasional masing-masing," katanya.Kerajaan Arab Saudi melakukan Peringatan Ke-96 Hari Nasional pada 23 September 2026. Perayaan tersebut turut ditandai dengan penayangan bendera Arab Saudi di layar LED raksasa kawasan Bundaran HI, Jakarta.Sejumlah tokoh hadir saat acara perayaan tersebut antara lain Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal serta sejumlah duta besar asing di Jakarta.[IT/r]