Ilustrasi anak gigit kuku. Foto: Shutter StockKebiasaan anak menggigit kuku, pensil, atau mainan mungkin terlihat sepele. Namun, jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan tersebut ternyata bisa berdampak pada kondisi gigi dan pertumbuhan rahang si kecil.Dokter Gigi Subspesialis Prostodonsia, drg. Melissa Delania, Sp. Pros, mengatakan, kebiasaan menggigit benda-benda tertentu dapat menyebabkan perubahan pada gigi anak."Iya, biasanya suka gigit benda-benda kayak pensil atau gigit-gigit kuku pertama bisa bikin giginya itu jadi datar gitu ya. Kita bilangnya giginya atrisi," ujar drg. Delania kepada kumparanMOM, di Jakarta Selatan, Selasa (14/9).Anak Gigit Kuku Foto: ShutterstocksAtrisi merupakan kondisi ketika permukaan gigi terkikis akibat gesekan atau kontak berulang. Jika kebiasaan tersebut terus dilakukan, bukan hanya bentuk gigi yang dapat terpengaruh, tetapi pertumbuhan rahang juga bisa terdampak."Atau juga bisa membuat pertumbuhan rahang itu jadi maju. Jadi sebaiknya jangan melakukan bad habit seperti gigit-gigit pensil atau gigit-gigit kuku," imbuhnya.Bagaimana Menghentikan Kebiasaan Anak Menggigit Kuku?Anak Gigit Kuku Foto: ShutterstockMenghentikan kebiasaan menggigit kuku pada anak memang tidak selalu mudah. Orang tua sebaiknya tidak langsung memarahi, menghina, atau menghukum anak ketika melihatnya melakukan kebiasaan tersebut.Bukan malah membuat anak berhenti, respons yang terlalu keras justru dapat membuat anak semakin tertekan dan tetap melakukan kebiasaan itu. Ada beberapa cara yang dapat dicoba orang tua, yaitu:1. Jelaskan dengan Cara SederhanaOrang tua bisa perlahan menjelaskan kepada anak bahwa menggigit kuku bukan kebiasaan yang baik. Gunakan bahasa yang mudah dipahami dan hindari membuat anak merasa malu.Ilustrasi orang tua dan anak. Foto: LightField Studios/ShutterstockMisalnya, orang tua bisa mengajak anak bercermin sambil menunjukkan kukunya dan menjelaskan bahwa kuku sebaiknya tidak digigit.2. Alihkan PerhatiannyaKetika anak mulai memasukkan kuku ke mulut, coba alihkan perhatiannya dengan aktivitas lain. Misalnya, bermain dengan boneka, fidget spinner, meremas bola, menggambar, atau aktivitas yang membuat tangan anak tetap sibuk."Setiap kali melihat mereka mencoba menggigit kuku, Anda bisa mengingatkan mereka bahwa mereka memiliki kebiasaan lain yang lebih dapat diterima dan tidak berisiko untuk dilakukan," kata David Hill, asisten profesor pediatri di Fakultas Kedokteran Universitas North Carolina.Ilustrasi anak bersama ayah dan ibu. Foto: Shutter Stock3. Kenali PemicunyaOrang tua juga perlu memperhatikan kapan anak biasanya menggigit kuku. Sebab, pada sebagian anak, kebiasaan tersebut dapat muncul ketika mereka sedang merasa cemas, stres, bosan, atau tidak nyaman.Dengan mengetahui pemicunya, orang tua dapat membantu anak menghadapi perasaan tersebut dengan cara yang lebih tepat. Misalnya, mengajak anak berbicara ketika ia terlihat cemas atau memberikan kegiatan lain saat mulai bosan.Dengan begitu, anak tidak hanya diarahkan untuk berhenti menggigit kuku, tetapi juga dibantu menemukan cara lain untuk mengatasi dorongan tersebut.