Pertagas Bantu UMKM Terasi di Sumut Naik Kelas Lewat Branding-Alat Produksi

Wait 5 sec.

PT Pertamina Gas (Pertagas) memberikan pembinaan kepada kelompok ibu-ibu produsen belacan di Desa Kelantan, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat Sumatera Utara, Kamis (24/9/2026). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparanPT Pertamina Gas (Pertagas) memberikan pembinaan kepada kelompok ibu-ibu produsen belacan atau terasi di Desa Kelantan, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.Jr. External Relations West Region I PT Pertamina Gas, Silma Aulya Rahma, mengatakan pembinaan diawali dengan forum group discussion (FGD) untuk mengetahui kebutuhan kelompok usaha."Setelah adanya tahap FGD juga tentunya, setelah tahap FGD kami mendengarkan apa yang dibutuhkan oleh kelompok produksi ini untuk mendukung perekonomiannya juga,” ucap Silma kepada wartawan di Desa Kelantan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Kamis (24/9).Pertagas, kata Silma, memberikan bantuan berupa alat produksi baru untuk meningkatkan higienitas proses pembuatan belacan. Selain itu, Pertagas membantu menyediakan kemasan agar produk memiliki identitas."Setelah itu juga kami memberikan bantuan berupa packaging kemasan supaya belacan ini, usaha belacan ini memiliki suatu identitas,” ujarnya.Sebelum mendapatkan pembinaan, produk belacan dari kelompok tersebut dijual tanpa kemasan dan langsung kepada tengkulak di pasar. Kondisi ini, menurut Silma, membuat identitas produk belum dikenal luas oleh konsumen.Pertagas lalu mendorong kelompok ibu-ibu di Desa Kelantan dengan melakukan branding dengan nama Kelompok Kelantan Berandan Jaya."Sehingga intervensi yang kami lakukan, kami melakukan upaya branding kepada ibu-ibu, kami melakukan penyuluhan untuk branding, menjelaskan bagaimana branding itu penting ya untuk produk ini, untuk perkembangan produk ini dan perekonomian ibu-ibu,” jelas Silma.Masih Punya PR di Manajemen dan PemasaranKepala Desa Kelantan, Kecamatan Brandan Kabupaten Langkat, Muhammad Iqbal, mengatakan pengembangan UMKM di wilayahnya masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dari sisi manajemen, pemasaran, dan administrasi."Catatan satu tentang masalah yang ada di terasi, yang paling pertama itu tentang secara manajemen. Yang kedua secara permarketan, dan yang ketiga itu administratifnya. Makanya kami coba pelan-pelan,” jelas Iqbal dalam kesempatan yang sama.Menurut Iqbal, pemerintah desa juga telah berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Langkat untuk melengkapi administrasi UMKM di wilayah Kelantan.Desa Kelantan sendiri berada di kawasan pesisir. Selain kelompok ibu-ibu yang memproduksi belacan, masyarakat laki-laki di Kelantan banyak yang bekerja sebagai nelayan.PT Pertamina Gas (Pertagas) memberikan pembinaan kepada kelompok ibu-ibu produsen belacan di Desa Kelantan, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat Sumatera Utara, Kamis (24/9/2026). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparanMenurut Iqbal, sebagian nelayan melaut hingga wilayah perairan yang berbatasan dengan Malaysia. Jaraknya disebut sekitar 3 hingga 6 mil dari wilayah tersebut.Hasil tangkapan nelayan di antaranya ikan kerapu dan berbagai jenis ikan bersisik. Dalam satu kali perjalanan melaut yang berlangsung satu minggu, pendapatan nelayan disebut mencapai Rp 2 juta per orang.Salah satu pelaku usaha UMKM belacan binaan Pertagas, Patimah, mengatakan kelompok produksi belacan beranggotakan 10 orang. Dalam sehari, Patimah dan ibu-ibu lainnya bisa memproduksi sekitar 3 hingga 3,5 kilogram (kg) belacan. Proses produksinya membutuhkan waktu sekitar dua hari, termasuk proses penjemuran dan pengolahan."tiga kilo, atau tiga kilo setengah. Jemurnya satu hari, baru digaram ini, nanti diangkat. Setelah itu besok baru diolah balik. Dua hari [total],” ungkap Patimah.Setelah proses produksi selesai, katanya, belacan tak dipasarkan langsung oleh kelompok. Belacan diambil oleh pembeli untuk kemudian dijual ke pasar. Untuk kemasan 1 ons, belacan dijual dengan harga Rp 5.000.