Juru Bicara Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua Komisi II DPR Bahtra Banong di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparanWakil Ketua Komisi II DPR RI Bahtra Banong meminta pemerintah daerah melakukan pemetaan terhadap potensi bencana di wilayah masing-masing.Hal itu disampaikan Bahtra menyusul banjir bandang yang terjadi di Solok, Sumatera Barat, Senin (21/9) malam.Bahtra mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar potensi bencana di berbagai daerah dapat dipetakan. Menurutnya, langkah tersebut penting dilakukan mengingat Indonesia merupakan negara yang rawan bencana.“Iya tentu ya, kami juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri agar setiap potensi-potensi bencana di berbagai daerah harus dipetakan,” kata Bahtra kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9).“Karena memang negara kita memang rawan bencana, jadi di setiap saat kita juga memang harus mawas diri,” sambungnya.Bahtra menyebut hampir seluruh daerah di Indonesia memiliki potensi bencana. Karena itu, upaya antisipasi dinilai perlu dilakukan sejak dini dengan melibatkan pemerintah pusat dan daerah.Ia juga menyinggung koordinasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan pemerintah daerah dalam mengantisipasi bencana.“Saya pikir juga BMKG, terus kemudian BNPB juga selalu berkoordinasi dengan daerah-daerah. Mudah-mudahan hal-hal demikian bisa kita antisipasi ke depannya,” ujarnya.Daerah Diminta Lebih SiagaBrimob Polda Sumbar turun langsung menangani banjir bandang di Solok, Selasa (22/9/2026). Foto: Dok. IstimewaBahtra mengatakan evaluasi dan imbauan kepada pemerintah daerah agar lebih tanggap terhadap potensi bencana juga perlu dilakukan. Menurutnya, kesiapsiagaan harus menjadi perhatian pemerintah bersama DPR.“Ya mestinya sih ada, karena kita kan tahu memang bahwa negara kita memang rawan bencana, dan saya pikir hampir setiap tahun kan ada aja bencana di berbagai daerah,” kata Bahtra.Ia menilai pemerintah perlu melakukan pemetaan sebagai bagian dari langkah mitigasi, meski waktu terjadinya bencana alam tidak selalu dapat diprediksi.“Maka dari itu, tentu juga ke depan ini menjadi perhatian khusus dari DPR bersama pemerintah agar memang harus siap siaga setiap waktu. Jadi kita harus mawas diri sebelum bencana itu datang, memang harus ada pemetaan,” tuturnya.“Walaupun sebetulnya kan berkenaan dengan itu kan itu kan juga peristiwa alam, artinya kita juga tidak bisa memprediksi kapan bisa terjadi, tapi paling tidak kita harus terus melakukan pengawasan,” imbuh Bahtra.Dalam kesempatan yang sama, Bahtra juga menyampaikan keprihatinan dan meminta kerja sama pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat dalam menghadapi bencana.“Yang pertama tentu kita berduka ya dan terus prihatin atas kejadian bencana yang terjadi di mana-mana. Memang yang dibutuhkan adalah bagaimana kerja sama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah harus terus ditingkatkan agar kita bisa menghadapi berbagai macam permasalahan yang tentu bencana di mana-mana terjadi,” tutupnya.