Personel tim SAR gabungan yang menaiki kapal Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Banten melakukan operasi pencarian pada hari kesepuluh terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di Carita, Pandeglang, Banten, Kamis (17/9/2026). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTOKepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memastikan pencarian lima jurnalis yang hilang di kawasan Gunung Anak Krakatau masih terus dilakukan. Namun, operasi pencarian kini telah dialihkan dari operasi gabungan khusus menjadi operasi rutin.“Sampai sekarang tetap dilakukan pencarian lanjutan. Karena memang operasi kan dialihkan kepada operasi rutin,” kata Syafii saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/9).Syafii menjelaskan, sebelumnya operasi pencarian dilakukan secara gabungan dengan melibatkan sejumlah wilayah, termasuk Banten dan Lampung. Namun, berdasarkan hasil rapat evaluasi, operasi gabungan khusus dinilai sudah tidak efektif sehingga kemudian dialihkan menjadi operasi rutin.“Waktu itu kan memang operasi gabungan khusus mulai dari Banten, Lampung. Nah, pada saat hasil rapat evaluasi dinyatakan sudah tidak efektif, akhirnya dialihkan ke operasi rutin,” ujarnya.Menurut Syafii, pencarian melalui operasi rutin tetap diperluas. Salah satunya dilakukan oleh tim di Bengkulu yang diarahkan untuk melakukan pencarian hingga wilayah Pulau Enggano.“Sekarang diperbesar, bahwa, kayak misalkan yang ada di Bengkulu juga melaksanakan operasi rutin diarahkan ke Pulau Enggano sana. Jadi tetap jalan,” tutur Syafii.Basarnas: Pencarian Tak Hanya Fokus di EngganoKepala Basarnas Mohammad Syafii saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/9/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparanSyafii menegaskan, pencarian lima jurnalis tersebut tidak secara khusus difokuskan hanya di sekitar Pulau Enggano.Ia menjelaskan, temuan korban yang sebelumnya teridentifikasi seorang ABK kapal bernama Surakman, telah dimakamkan oleh warga sekitar. Identitasnya kemudian baru diketahui setelah dilakukan tes DNA.“Korban yang ditemukan kan sebenarnya ditemukan tanggal 10, 11. Dan itu sudah dimakamkan,” jelasnya.Syafii mengatakan, sebelum hasil tes DNA keluar, pihaknya telah menunjukkan sejumlah data kepada keluarga korban, termasuk pakaian yang ditemukan. Namun, tidak ada keluarga yang mengenali korban berdasarkan data tersebut.“Tapi pada saat diambil tes DNA baru cocok,” katanya.Setelah identitasnya terkonfirmasi melalui tes DNA, jenazah korban kemudian digali kembali dan telah diserahkan kepada keluarga.